Dari 0,1 Ha Raup 17 Juta, Petani Ini Tekuni Budidaya Beras Merah Organik

Panen padi organik yang menghasilkan beras merah di Desa Putatlor, Gondanglegi. (Nana)
Panen padi organik yang menghasilkan beras merah di Desa Putatlor, Gondanglegi. (Nana)

MALANGTIMES - Ketekunan petani warga Desa Putatlor,  Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, bernama Bakrie ini berbuah manis. Keyakinannya untuk membudidayakan beras merah secara organik sejak tahun 2016 membuatnya kini meraup penghasilan terbilang besar. Dari 1.000 meter persegi atau 0,1 hektare (ha), Bakrie bisa menghasilkan Rp 17 juta setiap tiga bulan sekali dalam satu kali panen.  

"Banyak keuntungan dari budidaya beras merah organik. Selain harga terbilang tinggi, pasarnya juga terus bertambah," kata Bakrie,  Jumat (23/03). 

Seperti diketahui,  konsumsi produk organik setiap tahunnya mengalami peningkatan. Kesadaran untuk mengonsumsi produk makanan bebas zat kimia dari hulunya,  telah menjadi trend di kalangan masyarakat. 

Hal tersebut berdampak kepada nilai jual produk organik seperti beras merah yang dibudidayakan Bakrie secara organik yang lebih mahal dibandingkan beras anorganik. 

Di sisi petani,  pola budidaya beras merah organik yang juga memiliki banyak khasiat untuk kesehatan ini, juga lebih menguntungkan. "Pertumbuhannya padi pesat dan tahan terhadap serangan hama pengganggu. Untuk satu malai (bunga padi,  red)  saja bisa menghasilkan 200 bulir beras, " ujar Bakrie yang setiap panen dibantu lima warga lainnya. 

Bakrie melanjutkan, keunggulan lain dari produk beras merah organik selain harum dan pulen juga memiliki khasiat menyembuhkan berbagai penyakit. Pemasaran produknya lebih banyak di luar kota.  "Surabaya,  Bali,  Semarang,  Jakarta,  Bandung,  Bogor sampai Yogyakarta. Selama ini pemasarannya memang lebih ke luar, " terangnya.

Secara umum,  beras merah organik memiliki kandungan yang  sama dengan beras lainnya. Tapi, kata Bakrie, ada beberapa kandungan kadar yang membedakannya dengan jenis beras lainnya. 

Kandungan beras merah organik diantaranya serat,  vitamin B dan vitamin lainnya. Selain itu,  beras merah organik juga memiliki indeks glikemik lebih rendah dibandingkan jenis beras lainnya. 

"Sejak dulu beras merah memang dikenal dapat mengatasi berbagai jenis penyakit. Ini yang membuat saya yakin bercocok tanam ini, " ujar Bakrie. 

Dari beberapa literatur,  beras merah organik juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan saraf, mencegah masalah kardiovaskuler (mengatasi penyumbatan pada pembuluh arteri dan tekanan darah tinggi) dan berbagai macam penyakit degeneratif. Antara lain diabetes melitus, hipertensi,  asma dan liver. 

"Beras merah organik juga  bisa  untuk menjaga  stamina tubuh serta menyehatkan tulang," pungkas Bakrie. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Zaldi Deo

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top