Keluarga Sakinah Harus Terapkan Teori 2G, Apa Itu?

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Kota Malang Abdul Malik saat membuka kegiatan Fasilitasi Pembinaan Keluarga Sakinah. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Kota Malang Abdul Malik saat membuka kegiatan Fasilitasi Pembinaan Keluarga Sakinah. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Membangun keluarga sakinah atau tenteram menjadi dambaan setiap pasangan. Untuk mencapainya, salah satu yang diterapkan adalah teori 2G. Yakni Gathuk atau sambung dan Gemih atau sejahtera. 

Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesra) Kota Malang Ali Mulyato dalam kegiatan Fasilitasi Pembinaan Keluarga Sakinah, hari ini (14/3/2018) di Hotel Sahid Montana.

"Teori 2G yaitu Gathuk artinya harus sambung hatinya. Atau memiliki perhatian dan kasih sayang antar anggota keluarga," ujar Ali.

Sementara G kedua yakni Gemih. Setiap keluarga harus sejahtera dan berkecukupan dalam perekonomian. Meskipun tidak dalam kondisi bermewah-mewahan. "Harus mampu memberikan kesejahteraan dalam keluarga, baik oleh suami maupun dibantu istri," paparnya. 

Ali mengungkapkan, kegiatan yang melibatkan sekitar 100 peserta dari berbagai instansi dan undangan itu bertujuan untuk membentuk keluarga yang memiliki kasih sayang.

"Perceraian di Kota Malang masih ada, bahkan setiap hari di Pengadilan Agama terus ada sidang. Kami dari pemerintah mencoba mencegah hal tersebut dengan pembinaan, terutama untuk pasangan muda," paparnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Sosial Kota Malang Abdul Malik menambahkan, pihaknya berharap para peserta pembinaan hendaknya memanfaatkan kesempatan tersebut. Terutama agar pengetahuan yang diperoleh dapat dijadikan bekal dalam mengarungi bahtera rumah tangga.

"Yang ada disini jangan hanya didengar, tapi hendaknya dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan bisa juga ditularkan ke tetangga-tetangga terdekat," terangnya.

Menurut Malik, mewujudkan sebuah keluarga sakinah perlu adanya upaya yang mengarah pada proses terbentuknya keluarga sakinah. Di antaranya yaitu memberikan bimbingan, pembinaan dan dorongan kepada pasangan muda.

"Tentu kegiatan ini sangat bernilai positif karena akan dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi pasangan suami istri muda tentang bagaimana membangun visi bersama dalam berumah tangga," urainya. 

Selain itu, yang juga perlu diperhatikan adalah tata cara berkomunikasi dan mengatasi konflik yang baik. Cara bersikap di depan pasangan, serta bagaimana cara-cara mendidik anak yang baik dan membekali anak dengan nilai-nilai moral keagamaan.

"Hanya dengan keluarga yang dilandasi oleh nilai-nilai cinta, kasih sayang, komitmen dan tanggung jawab, saling menghormati, menghargai serta komunikasi yang baik akan dapat terbentuk keluarga sakinah mawaddah dan warohmah," tegasnya. 

"Keluarga seperti inilah nantinya yang akan dapat menjadi tempat terbaik bagi anak-anak untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, serta dapat menjadi fondasi tangguh bagi berdirinya masyarakat dan bangsa yang beradab, maju, dan beriman," tambahnya.  

Acara Fasilitasi Pembinaan Keluarga Sakinah di Kota Malang Tahun 2018 tersebut juga dihadiri pejabat Kantor Departemen Agama Kota Malang, Badan Penasehatan Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan Kota Malang, serta beberapa narasumber yang terkait. 

Editor : Heryanto
Publisher : Zaldi Deo

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top