Sang Ahli Fisika Dunia Tutup Usia, Berikut Keistimewaannya Selama Hidup

Sang ahli Kimia asal Inggris, Stephen Hawking menutup mata dinusia ke 76 dengan mewariskan sejumlah teori yang menginspirasi banyak orang. (foto : google image)
Sang ahli Kimia asal Inggris, Stephen Hawking menutup mata dinusia ke 76 dengan mewariskan sejumlah teori yang menginspirasi banyak orang. (foto : google image)

MALANGTIMES - Masyarakat di belahan dunia telah kehilangan sosok ahli kimia asal Inggris, Stephen Hawking yang terkenal dengan berbagai teori fisika yang terkenal di dunia. Stephen Hawking menutup mata tepat di usia ke 76 tahun akibat penyakit saraf yang dideritanya, Rabu (14/3/2018).

Kematian sang ilmuwan dunia kelahiran 8 Januari 1942, membuat heboh netizen dunia dan menjadi trending topik dan viral di berbagai media sosial.

Stephen Hawking lahir di Oxford, London. Ia merupakan sosok ilmuwan handal, pintar dan banyak menginspirasi orang-orang di seliruh dunia melalui sejumlah teorinya.

Beberapa fakta dan keistimewaan Stephen Hawking semasa hidupnya dalam teori fisikanya yang mendunia telah menginspirasi banyak orang.

Pertama, dirinya mengusulkan teori pada 1974 bahwa lubang hitam memancarkan "radiasi Hawking".

Kedua, merilis buku A Brief History of Time pada 1988. Buku itu terjual lebih dari 10 juta eksemplar.

Ketiga, kisahnya dijadikan film The Theory of Everything yang dibintangi Eddie Redmayne pada 2014.

Keempat, prediksi tentang nasib manusia dan bumi yang kontroversial tentang bersaing dengan kecerdasan buatan. Saat ini, manusia sudah mulai mengkhawatirkan mengenai persaingan antara kecerdasan buatan dan manusia. Otomatisasi oleh robot saja telah menggusur posisi manusia di beberapa ruang kerja.

Hawking pun punya kekhawatiran yang sama, tetapi lebih jauh dari sekadar menyusutnya lapangan pekerjaan bagi manusia.

Pada Oktober lalu, Stephen Hawking mengatakan, "Aku khawatir AI (kecerdasan buatan) akan bisa menggantikan manusia sepenuhnya. Jika manusia merancang komputer dengan virus, suatu saat nanti seseorang akan merancang AI yang bisa meningkatkan dan mereplikasi dirinya sendiri. AI ini akan menjadi bentuk kehidupan baru yang mengalahkan manusia".

Kelima, prediksi bumi yang mendidih menyusul keputusan Donald Trump untuk mengeluarkan Amerika Serikat dari persetujuaan Paris tentang perubahan iklim, Hawking angkat bicara.

“Kita sudah sangat dekat dengan titik di mana pemanasan global tidak bisa diperbaiki lagi. Tindakan Trump bisa medorong Bumi keluar batasnya dan menjadi seperti Venus, di mana temperatur 250 derajat celsius dan hujan asam sulfur adalah kejadian sehari-hari".

Keenam, salah satu gagasan Stephen Hawking yang paling kontroversial adalah adanya batas waktu bagi manusia di Bumi. Menurut dia, kunci bagi keselamatan Bumi di masa depan adalah membangun koloni di ruang angkasa.

Dalam dokumentasi Stephen Hawking : Expedition New Earth mengatakan walaupun kemungkinan bencana di Bumi dalam satu tahun sangat rendah, kemungkinan ini terus bertambah dan menjadi hampir pasti terjadi dalam 1.000 atau 10.000 tahun.

“Kita harus ke luar angkasa untuk masa depan kemanusiaan. Aku rasa kita tidak akan bisa selamat 1.000 tahun lagi bila tidak keluar dari planet kita yang rentan ini," katanya.

Kemudian, terakhir pada Mei 2017 lalu Stephen Hawking bahkan memajukan batas waktu manusia meninggalkan bumi dan mencari rumah baru menjadi 100 tahun lagi.

Itulah keistimewaan sang ahli Kimia asal Inggris, Stephen Hawking semasa hidupnya yang teorinya mampu menginspirasi banyak orang di dunia.

Editor : Heryanto
Publisher : Zaldi Deo

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top