Dihantam Kasus Pencabulan sampai Penahanan Ijazah Siswa, Bupati Rendra Kresna: Masyarakat Ingin Guru Itu Sempurna

Disambut hangat dalam pembinaan ASN guru, Bupati Malang Rendra Kresna mengingatkan agar guru terus membentengi diri dengan jiwa teladan, Rabu (14/03). (Nana)
Disambut hangat dalam pembinaan ASN guru, Bupati Malang Rendra Kresna mengingatkan agar guru terus membentengi diri dengan jiwa teladan, Rabu (14/03). (Nana)

MALANGTIMES - Hampir sepekan lebih dunia pendidikan di Kabupaten Malang digoyang berbagai kasus yang mencoreng nama baik korps pahlawan tanpa tanda jasa itu. 

Berbagai tindakan yang melanggar hukum serta norma sosial yang berlaku,  dari pencabulan siswi oleh kepala sekolah sampai yang baru terkuak mengenai praktik penahanan ijazah oleh sekolah, secara langsung telah membuat berbagai prestasi dunia pendidikan di Kabupaten Malang tertutup jelaga tersebut. Tepatlah peribahasa,  nila setitik rusak susu sebelanga. 

Kondisi inilah yang membuat Bupati Malang Dr H Rendra Kresna kembali meminta kesungguhan pengabdian dan keteladanan dari seluruh elemen pendidikan dalam acara pembinaan aparat sipil negara (ASN) guru di Bina Desa Bangelan,  Wonosari. 

Rendra menyatakan,  masyarakat ingin dan tahunya guru merupakan sosok suri teladan yang sempurna.  "Ini karena berkaitan dengan profesi guru yang disebut pahlawan tanpa tanda jasa. Maka,  tidak salah masyarakat memosisikan guru secara tinggi, " kata bupati yang kerap dijuluki Bapak Desa ini,  Rabu (14/03). 

Posisi guru di mata masyarakat tersebut, tentunya patut diimbangi dengan keteladanan. Guru wajib untuk terus-menerus membentengi dirinya dengan jiwa teladan tinggi. 

Pemberian Sembako serta bibit pohon kepada warga dalam acara Pembinaan ASN Guru di Bina Desa Bangelan,  Wonosari. (Nana)

Tanpa adanya benteng tersebut,  guru bisa terpelanting dalam berbagai kasus yang membuat citra dunia pendidikan tercoreng. "Contohnya ada kasek mencabuli siswinya,  ijazah siswa ditahan, konflik dengan komite sekolah sampai guru yang malah mengajari ilmu-ilmu gaib, " ujar Rendra kepada sekitar 500 orang ASN guru. 

Eksesnya, lanjut Rendra,  berbagai prestasi,  seperti menjadi juara kedua try out yang diraih oleh sekolah di Wonosari,  tidak bergaung dan diketahui masyarakat. Hanya perbuatan-perbuatan negatif yang terekam di dalam masyarakat. 

Hal inilah yang kembali diingatkan oleh Rendra kepada ASN guru. Dia kembali menegaskan, masyarakat inginnya guru itu tidak ada cela dalam perbuatannya. "Karena itu, penuhi harapan tersebut dengan keteladanan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari," tegasnya.  

Untuk mengukuhkan dunia pendidikan yang berprestasi di wilayah terluas kedua di Jawa Timur (Jatim) itu, kerja sama dan kebersamaan merupakan kunci utamanya. Dari tingkat guru,  kepala sekolah,  pengawas,  komite, sampai pada pejabat pendidikan di tingkat kabupaten. 

"Dengan kebersamaan,  maka prestasi akan bisa bermunculan dari berbagai sekolah yang ada. Wonosari yang termasuk wilayah desa saja mampu berprestasi dibandingkan sekolah yang ada di kota. Kuncinya kebersamaan dan tidak ada ego sektoral, "pungkas Rendra. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Zaldi Deo

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top