Lagi-Lagi Demo Angkutan Umum (6)

Gratiskan Angkot, Para Sopir Curhat Soal Ini

Para penumpang tengah naik angkot yang menjadi relawan angkutan gratis di Stasiun Malang Kota Baru. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)
Para penumpang tengah naik angkot yang menjadi relawan angkutan gratis di Stasiun Malang Kota Baru. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Puluhan sopir yang bergabung menjadi relawan di Stasiun Malang Kota Baru mengaku berharap masyarakat dan pemerintah peduli dengan nasib mereka. Terlebih, selama ini para sopir telah mengikuti aturan-aturan yang ditetapkan pemerintah dalam hal operasionalnya. 

Seperti yang diungkapkan sopir angkutan kota (angkot) jurusan Gadang-Arjosari (GA) Susilo Hadi. Menurutnya, daripada demo semua dan penumpang terlantar, maka beberapa sopir jalur GA menjadi relawan. "Ada 10 angkot. Ini inisiatif sendiri dan belajar dari pengalaman sebelumnya. Penumpang banyak yang mengeluh, jadi kasihan," ujar Susilo.

Berdasarkan catatan MalangTIMES, aksi unjuk rasa ini merupakan yang ketiga kali untuk memprotes masalah operasional transportasi berbasis aplikasi alias online. Yang pertama dan kedua yakni pada Februari dan Maret 2017 lalu. "Mengangkut penumpang gratis ini juga bentuk aksi. Kami juga berharap pemerintah tegas, juga masyarakat tidak antipati dengan angkot," paparnya.

Susilo mengungkapkan, para sopir angkutan umum meminta kepada Dishub Jatim untuk segera melaksanakan Peraturan Menteri Perhubungan 108/2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek. Permenhub ini sendiri sudah dinyatakan aktif sejak 1 November 2017 lalu.

Dalam Permenhub tersebut dijelaskan bahwa taksi online juga harus ada batas tarif bawah dan atas. Juga mengatur tentang taksi online yang harus uji kir seperti pada angkutan umum lainnya. Karena itulah, demo kali ini ditempatkan di UPTD Dishub Karanglo yang selama ini juga dijadikan tempat uji kir.

"Sekarang gini, mereka (taksi online) yang non-trayek bisa ke mana-mana dan belum memiliki pajak. Tapi kami (angkutan konvensional) harus ikut koperasi, pajak, iuran, Uji Kir, dan lainnya," terang Susilo.

Menurutnya, selama ini para sopir tergabung dalam koperasi. Dan belum ada aturan baku terkait keanggotaan itu. "Orang kecil disuruh usaha, tapi malah dikasih beban ikut koperasi. Ada iuran wajib, iuran apalah lagi," paparnya.

Hingga pukul 10.00 tadi, Susilo mengaku sudah narik alias mengantar penumpang sebanyak tiga kali. "Dari jam 08.30 sampai jam 10.00 ini sudah narik tiga kali. Pada penumpang di jalan tadi juga saya sampaikan kenapa angkot-angkot ini demo," paparnya. 

Sementara itu, koordinator relawan angkutan gratis jalur Arjosari-Landungsari (AL) Cipto Tejo Prasetyo mengungkapkan bahwa aksi tersebut sebagai antisipasi agar penumpang tidak telantar. "Jadi sengaja digratiskan untuk berpartisipasi. Ini bentuk solidaritas antar sesama angkot," ujarnya. 

Menurut Cipto, sebanyak 15 angkot AL turut menjadi relawan. "Yang ikut aksi ini sudah didaftarkan ke pihak kepolisian semua. Dari jam 09.00 sampai jam 15.00 izinnya, untuk digratiskan," paparnya. Cipto menguraikan, secara keseluruhan jumlah angkot AL ada 105 armada. Namun, yang aktif saat ini hanya sekitar 80 armada. "Semenjak ada online jadi menurun drastis," sesalnya.

"Yang kami inginkan itu kan ada aturan batasan, tapi praktik di lapangan nggak jalan dan nggak ada batasan sama sekali. Harapan sopir adalah agar peraturan tersebut ditegakkan, jangan ditunda terus," pungkasnya.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top