Lagi-Lagi Demo Angkutan Umum (5)

Demo Angkot Sejak Pagi, Begini Kondisi Lalu Lintas Kota Malang

Lalu lintas terpantau lancar dan normal di beberapa titik Kota Malang, sejumlah kendaraan dinas kepolisian dan pemkot disiagakan untuk mengangkut penumpang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Lalu lintas terpantau lancar dan normal di beberapa titik Kota Malang, sejumlah kendaraan dinas kepolisian dan pemkot disiagakan untuk mengangkut penumpang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kemacetan yang diprediksi terjadi di sejumlah titik di seputaran Malang Raya imbas dari aksi demonstasi ribuan sopir angkutan umum belum terlihat. Berdasarkan pantauan MalangTIMES, lalu lintas di dalam Kota Malang masih ramai lancar.

Penumpang angkutan umum juga tidak telantar karena puluhan relawan dan aparat gabungan bersiaga di titik-titik strategis. Misalnya di sekitaran Stasiun Malang Kota Baru, sejumlah angkutan kota (angkot) terlihat berjejer rapi.

Mereka tidak ikut turun dalam aksi demo di UPTD (Unit Pelaksana Teknis Daerah) Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Timur (Jatim) di Karanglo, Singosari, hari ini (14/3/2018). Angkot-angkot itu menjadi relawan dengan menggratiskan tarif semua penumpang.

Selain itu juga tampak bus dan truk dari Polres Malang Kota, serta sejumlah kendaraan dinas Pemkot Malang. Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri mengatakan, pihaknya juga menyiapkan kendaraan untuk mengangkut para penumpang. "Dari kami sudah siapkan 20 kendaraan. Mulai dari bus, truk, dan mobil biasa," ujar Asfuri. Dia menerangkan, rute yang dilalui akan disesuaikan dengan penumpang. 

Rencananya, angkutan tersebut akan terus beroperasi hingga aksi damai yang berada di Karanglo berakhir. Pada kegiatan ini, pihaknya menyiapkan sebanyak 879 personel. 379 personel dari Polri dan 500 personel gabungan dari TNI, Dishub, dan Satpol PP. "Hingga saat ini kondisi masih terpantau kondusif," tegasnya. 

Sementara itu, para sopir yang menjadi relawan mengaku hal tersebut dilakukan sebagai bentuk aksi damai dari para Serikat Sopir Indonesia (SSI). Aksi tersebut dilakukan oleh pengemudi angkot yang tergabung dalam SSI dan Himpunan Paguyuban Angkutan Umum Malang (HIPAM).

Koordinator aksi damai Stasiun Malang Kota Baru, Hariadi, 56, mengatakan, dalam aksi damai ini setidaknya ada 125 armada yang turut berkontribusi dengan total 220 sopir. Relawan tersebut terdiri dari angkot jalur AL (Arjosari-Landungsari) dan ADL (Arjosari-Dinoyo-Landungsari). 

Jalur AL ada 17 armada, sedangkan jalur ADL ada 13 armada. "Kami menggratiskan seluruh penumpang mulai dari pukul 07.00 sampai 15.00," ujarnya. Dia mengatakan, aksi damai ini dalam rangka mempertanyakan apakah Permenhub no 108 tahun 2017 yang dicetuskan oleh menteri akan berlanjut atau menggunakan peraturan baru. 

Menurut Hariadi, saat ini masih banyak angkutan online yang masih beroperasi. "Selama ini peraturannya masih ditunda-tunda, bahkan zona merah banyak yang dilanggar oleh taksi online," keluhnya.

Laki-laki yang juga merupakan sopir angkot jalur ADL itu mengungkapkan, tidak sedikit penumpang angkot yang mulai beralih menggunakan transportasi online. "Sekarang turun drastis pendapatannya," pungkasnya. 

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Alfin Fauzan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top