Camat Wagir Ambil Cangkul, Bantu Warga Bersihkan Material Longsor

Camat Wagir Ichwanul Muslim saat bersama warga melakukan pembersihan material longsor di Petung Sewu, Wagir, Rabu (13/03) (for MalangTIMES)
Camat Wagir Ichwanul Muslim saat bersama warga melakukan pembersihan material longsor di Petung Sewu, Wagir, Rabu (13/03) (for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kejadian longsor yang terjadi di Desa Petung Sewu,  Kecamatan Wagir yang termasuk salah satu  dari lima desa yang memiliki kontur tanah tak berbatu,  membuat pihak Muspika Kecamatan langsung bertindak sigap. 

Kejadian longsor yang terjadi Rabu (13/3/2018) dini hari dan menutup jalan dengan material tanah dari tebing yang tergerus hujan sepanjang malam serta pohon bambu yang tumbuh sepanjang jalan sekitar 25 meter ini,  semenjak pagi langsung ditangani. 

Bahkan,  Camat Wagir Ichwanul Muslimin secara langsung memandegani kerja bakti membersihkan material longsor yang mengakibatkan dua warganya terluka kena serpihan pohon bambu. 

"Sejak pagi kita bahu membahu membersihkan sisa longsor. Alhamdulillah saat ini telah normal kembali jalan yang tertutup tersebut, " kata Ichwanul Muslimin kepada MalangTIMES,  Rabu (13/03) sore. 

Tanpa canggung,  Ichwanul melipat celana kekinya sampai selutut dan mengambil cangkul membersihkan tanah yang tergerus hujan bersama warga dan relawan lainnya. 

Sebagai wilayah rawan longsor,  pembuatan saluran air menjadi urgen. Hal ini yang oleh Muspika Kecamatan Wagir dilakukan (for MalangTIMES)

Dalam keterangannya kepada MalangTIMES, mantan Camat Pagelaran ini juga menyampaikan,  bahwa wilayahnya memang tergolong rawan kena bencana. Selain struktur tanahnya juga kontur kondisi wilayah Wagir turun naik (berbukit,  red). 

" Seperti di wilayah Ngantang. Jadi memang terbilang rawan bencana,  seperti puting beliung dan longsor, " ungkapnya sambil menyampaikan ada lima desa terkategori rawan longsor. 

Pertama Desa Sumbersuko,  Petung Sewu,  Dalisodo,  Mendalan dan Sukodadi. "Potensi longsornya besar di lima desa ini. Kalau puting beliung merata di seluruh desa, " imbuh Ichwanul. 

Pemetaan wilayah terhadap bencana alam inilah yang kini sedang terus dikoordinasikan dengan berbagai elemen yang ada di Pemerintahan Kabupaten Malang. Sehingga warga yang berdomisili di wilayah-wilayah rawan bencana memiliki ketangguhan menghadapinya. 

Ichwanul menerangkan,  untuk mengantisipasi wilayah longsor seperti di Petung Sewu,  pihaknya untuk sementara membuat berbagai saluran air pembuangan. Sehingga saat hujan turun,  ada jalan bagi air mengalir dan tidak sampai menggerus tanah yang kondisinya tak berbatu ini. 

"Selain itu tentunya kita melakukan pengeprasan bahu jalan. Sehingga saat longsor tidak sampai menutup jalan," ucapnya. 

Disinggung mengenai keterlibatan pihak terkait,  semisal Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang,  pihaknya menyampaikan,  selama bisa diantisipasi dan dilakukan perbaikan oleh masyarakat,  maka tidak sampai harus melibatkannya. 

"Mungkin,  kalau sudah membutuhkan alat-alat berat baru kita minta bantuan. Tapi,  tentunya kita terus berkoordinasi dengan Bina Marga,  BPBD serta elemen lain dalam mengantisipasi dan mencari jalan keluar dengan wilayah Wagir seperti ini," tutur Ichwanul yang juga menyempatkan diri untuk mengunjungi warganya yang terluka saat proses pembersihan sisa longsor. 

Editor : Heryanto
Publisher : bayu pradana

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top