Kejari Batu Tangani Tiga Kasus Tindak Pidana di Lingkungan Pemkot Batu

Ilustrasi (foto Istimewa)
Ilustrasi (foto Istimewa)

MALANGTIMES - Tiga perkara pidana di lingkungan Pemkot Batu sedang ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu sejak tahun 2017 lalu. Hingga tahun 2018 ini, kasus tersebut masih bergulir. 

“Kasus yang kami tangani sejak tahun 2017 sampai sekarang ada tiga. Salah satunya dalam waku dekat ini akan memasuki tahap pembacaan tuntutan,” ungkap Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Batu Siregar Farriman, Selasa (13/3/2017).

Kasus pertama, sebut dia, yang menjerat Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Batu Sinal Abidin ditahan Kejari Kota Batu pada Kamis (20/7/2017). Sinal tersandung masalah penyewaan iklan reklame billboard. 

Titik lokasi reklame itu yakni di kawasan Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, dan Denpasar, Bali, pada tahun anggaran 2015 lalu. Nilai anggarannya sekitar Rp 1,5 miliar.

Saat itu, Sinal menjabat sebagai Kepala Bagian Humas Sekretaris Daerah Pemkot Batu. Ia menjabat di sana selama kurun waktu sekitar satu tahun. 

Terkait kasus tersebut, saat ini akan segera masuk dalam pembacaan tuntutan di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya. Rencananya pembacaan tuntutan itu akan berlangsung pada Jumat (16/3/2018) mendatang. 

Untuk saat ini Sinal berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lowokwaru di Kota Malang. “Sejauh ini prosesnya sudah masuk dalam tuntutan di Tipikor Surabaya lusa (Jumat),” katanya saat ditemui di kantornya Kejari Kota Batu.

Kasus kedua, lanjut dia, adalah kasus pengadaan buku fiktif tahun 2016 di lingkungan Bappeda Kota Batu dengan nilai pengadaan Rp 144 juta. Perkara itu menjerat Susilo Tri Mulyanto (ST) yang menjabat kabid komunikasi Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Batu. 

Dalam kasus tersebut, Susilo menjabat sebagai kepala bidang perencanaan dan ekonomi Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Pemkot Batu. 

Selain menyeret Susilo ada tersangka lain yakni Panca Sambodo Suwardi (PSS) dari pihak rekanan. Namanya masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak Kamis 7 Desember 2017. Hingga saat ini DPO tersebut belum muncul batang hidungnya.

“Yang dari pihak rekanan masih DPO. Untuk pencarian DPO belum ada kemajuan, kami sudah minta bantuan Polres Batu hingga Kejaksaan Agung,” jelas anak kedua dari tiga bersaudara ini.

Ia menambahkan rencananya kasus ini akan segera dilimpahkan kepada Tipikor Surabaya pada bulan April mendatang tanpa menghadirkan pihak rekanan. “Tanpa hadirnya terdakwa yang rugi di dianya karena tidak ada kesempatan pembelaan,” imbuhnya kepada BatuTIMES. 

Masih sama dalam pengadaan buku fiktif, namun  berjudul ‘Pokok-Pokok Pikiran ER Memajukan Kota Wisata Batu’ di lingkup Dinas Perpustakaan Kota Batu, yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 140 juta. Buku yang memuat seputar biografi pemikiran Wali Kota Batu Eddy Rumpoko tersebut diduga tidak diproduksi sama sekali. 

Dalam kasus ini ada tiga tersangka yang terlibat. Dua dari tiga tersangka lebih dahulu ditahan di Rutan Medaeng, Sidoarjo. Di antara dua tersangka yang ditahan masing-masing Titok Wisabahadi (TW) dari PNS Pemkot Batu selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Dinas Perpustakaan Kota Batu. Sedangkan ECU dan MS dari pihak rekanan swasta.

Dan kasus yang ketiga, Kejari Batu sedang menunggu keputusan dari Kejati terkait kasus penyalahgunaan APBDes di Desa Sumbergondo. Dalam kasus ini masih belum diketahui apakah termasuk ranah pidana atau hanya pelanggaran administrasi. 

"Hasil dari inspektorat sekarang masih ditelaah (konsultasi) di Kejati. Itu kasus tahun 2016, terkait penggunaan APBDes," ujar Farriman.

Ia menamahkan jika kasus itu ranah pidana maka akan segera diproses. Sedangkan jika itu masuk ranah pelanggaran administrasi cukup ditangani oleh inspektorat. “Kalau yang kasus ini RAB (Rencana Anggaran Biaya) dengan pekerjaannya berbeda,” tutupnya.

Editor : A Yahya
Publisher : bayu pradana
Sumber : Batu TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top