Waduh, Harga Cabai Rawit Lima Kali Lipat Harga Beras Premium

Pedagang di Pasar Oro-Oro Dowo Kota Malang menunjukkan cabai rawit yang harganya naik beberapa hari terakhir. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)
Pedagang di Pasar Oro-Oro Dowo Kota Malang menunjukkan cabai rawit yang harganya naik beberapa hari terakhir. (Foto: Nurlayla Ratri/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Keluarga pecinta masakan pedas tampaknya musti merogoh kocek lebih dalam. Pasalnya, harga cabai rawit di pasaran Kota Malang makin meroket. Bahkan, harganya mencapai enam kali lipat harga beras premium. 

Di Pasar Oro-Oro Dowo Kota Malang misalnya, harga cabai rawit kini mencapai Rp 75 ribu hingga Rp 80 ribu per kilogram. Sebagai bandingan, harga beras premium eceran termahal adalah Rp 15 ribu per kilogram. 

Para pedagang menyebut, curah hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi di wilayah Malang beberapa hari terakhir membuat harga cabai semakin mahal. Santoso, salah satu pedagang sayuran mengatakan, kenaikan harga cabai yang cukup signifikan terjadi sejak dua hari terakhir. Padahal akhir Februari lalu, harga cabai sudah mencapai Rp 50 ribu per kilogram. 

Setiap hari, harga cabai mengalami kenaikan sekitar Rp 5 ribu per kilogram. Sedangkan harga cabai besar saat ini mencapai Rp 50 ribu per kilogram. "Harganya dua hari lalu masih Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu, semakin hari terus naik. Hari ini cabai rawit campuran per kilogram Rp 75 ribu, sedang yang merah bisa Rp 80 ribu," ujar Santoso, hari ini (12/3/2018).

Selain faktor cuaca, pasokan cabai ke pedagang juga terus berkurang. Jika stoknya menipis, otomatis harganya juga semakin naik. "Sehari hanya bisa jual dua kilogram cabai. Semoga cuaca segera membaik, jadi harga cabai bisa turun lagi," tuturnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Disperindag Jawa Timur, harga cabai di lima pasar di Kota Malang memang terpantau mengalami kenaikan. Harga cabai rawit berada di angka Rp 63.750 per kilogram. Harga tersebut naik dari kemarin (11/3/2018) yang dijual Rp 59.600 per kilogram.

Angka tersebut merupakan rata-rata harga jual dari Pasar Blimbing, Tawangmangu, Oro-Oro Dowo, Klojen dan Mad yopuro. Kenaikan tersebut dibenarkan sejumlah pedagang pasar. Meski angka di lapangan, jauh lebih tinggi dibanding data yang terhimpun dalam Siskaperbapo. 

Untuk mengantisipasi mahalnya harga cabai, sebagian warga Kota Malang kini lebih memilih untuk menerapkan program urban farming atau menanam cabai di halaman rumah. Program ini memang mulai digalakkan pemerintah sejak tahun 2017 lalu. 

"Kalau menanam cabai sendiri lebih hemat dan efisien, tidak perlu bingung harga cabai naik turun. Kalau butuh cabai tinggal petik di depan rumah," kata Dani, salah satu ibu rumah tangga di Kota Malang.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : bayu pradana

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top