Dinas Permukiman Kota Malang Identifikasi Penyebab Berkurangnya Lahan Makam, Ternyata Faktornya Adalah...

TPU Gading dengan makam yang sudah nampak berdempetan (UPT Pemakaman)
TPU Gading dengan makam yang sudah nampak berdempetan (UPT Pemakaman)

MALANGTIMES - Berkurangnya lahan makam di Kota Malang membuat Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang berupaya keras untuk menambah lahan yang dibutuhkan.

Lahan makam di Kota Malang semakin sempit salah satunya dikarenakan banyaknya pengembang perumahan tidak menyediakan lahan makam di kawasan perumahannya.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disperkim Kota Malang, Diah Kususmadewi mengungkapkan selama ini pengembang lebih memilih membayar kompensasi ke pemerintah sebagai penganti lahan makam.

Dalam aturan, sebenarnya, setiap pengembang perumahan wajib memberikan atau menyediakan dua persen dari luasan lahan perumahan yang mereka miliki untuk dijadikan lahan makam.

"Kalau penyediaan lahan makam dua persen dari luasan lahan memang sudah wajib. Tapi kan terkadang pihak pengembang nggak mau ada makam di kawasan perumahannya," beber Diah.

"Sehingga mereka lebih memilih membayar kompensasi daripada menyediakan lahan makam," imbuh Asisten dua yang menjadi Plt Kepala Disperkim tersebut.

Lanjut Diah, pembayaran kompensasi ditentukan berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP). Nanti akan dikalikan dua persen dengan NJOP tertinggi di lahan perumahan tersebut.

"Dengan begitu, penghuni perumahan yang meninggal bisa dimakamkan di TPU yang dikelola oleh Pemkot," jelasnya.

Sampai saat ini, nilai pembayaran kompensasi lahan makam dari perumahan sendiri telah mencapai Rp 4,5 milyar. Dengan dana itu Pemkot akan mengkaji untuk pengadaan lahan makam baru sesuai dengan tata ruang wilayah.

Editor : Heryanto
Publisher : Alfin Fauzan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top