Destinasi Wisata Terus Menggeliat, Bapenda Target Pajak Hiburan 7 Miliar Rupiah Tahun 2018

Kepala Bapenda Kabupaten Malang Purnadi (empat dari kanan) beserta bupati, wabup, serta pejabat lainnya dalam acara peresmian kantor Pelayanan Pajak Daerah di kompleks Setda Kabupaten Malang. (Nana)
Kepala Bapenda Kabupaten Malang Purnadi (empat dari kanan) beserta bupati, wabup, serta pejabat lainnya dalam acara peresmian kantor Pelayanan Pajak Daerah di kompleks Setda Kabupaten Malang. (Nana)

MALANGTIMES - Menggeliatnya sektor pariwisata  dua tahun terakhir ini membuat Badan Pendapatan Daerah (Bapenda)  Kabupaten Malang menaikkan target pendapatan dari pajak hiburan.

Dari target tahun 2017 sebesar Rp 6,5 miliar, Bapenda Kabupaten Malang menaikkannya menjadi Rp 7 miliar di tahun 2018 ini. Kenaikan target penerimaan pajak hiburan ini berbanding lurus dengan semakin menggeliatnya pariwisata yang ada. 

"Kita naikkan sebesar 500 juta rupiah untuk pajak hiburan tahun ini. Kami optimistis bisa melampaui target tersebut dengan semakin bergairahnya sektor wisata, " kata Purnadi, kepala Bapenda Kabupaten Malang,  Senin (12/03). 

Optimisme Bapenda Kabupaten Malang diukur juga dengan raihan di tahun lalu. Yakni target Rp 6,5 miliar bisa dilampaui dengan realisasi Rp 7,79 miliar. "Jadi,  kami yakin tahun ini bisa juga melampaui target tersebut. Apalagi untuk pariwisata ini searah dengan program kabupaten," ujar Purnadi. 

Pajak hiburan yang diambil dari karcis masuk di berbagai destinasi wisata inilah yang jadi sumber dari penghasilan  dalam pendapatan asli daerah (PAD). Selain tentunya dari berbagai pajak hiburan lainnya yang ada di berbagai sektor di Kabupaten Malang. 

Kenaikan target penghasilan dari pajak hiburan ini dibarengi dengan sikap optimis Bapenda untuk menaikkan juga penerimaan berbagai pajak di tahun 2018 sekitar 40 persen. Walaupun di tahun lalu,  penerimaan pajak hanya naik sebesar 10 persen dari target yang ditetapkan.  

"Kami optimistis untuk mencapai target tersebut. Ada beberapa strategi yang terus kita matangkan dalam meningkatkan pajak, " ujar Purnadi yang mencontohkan bagian dari strategi tersebut adalah dengan melakukan identifikasi ulang objek pajak yang sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini. 

"Misalnya pajak bangunan perusahaan-perusahaan yang dimungkinkan mengalami perubahan setiap tahunnya, " imbuh mantan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Malang. 

Pajak Bumi Bangunan (PBB) inilah yang nantinya akan dilakukan evaluasi dan pendataan ulang  oleh Bapenda. Hal ini juga yang disampaikan Bupati Malang Rendra Kresna yang menyampaikan,  masih banyaknya peluang dalam meningkatkan pendapatan pajak di wilayahnya. 

Optimisme inilah yang membuat Bapenda Kabupaten Malang memasang target pajak PBB tahun 2018  mencapai Rp 162 miliar. Target ini pula yang nantinya dalam perubahan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah (APBD) 2018 tersebut bisa mencapai Rp 200 miliar. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top