Taman Alun-Alun Tugu Ditutup Sebagian, Ada Apa?

Bagian utara Alun-Alun Tugu Kota Malang sebagian ditutup terpal dalam pembangunan sumur bor. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Bagian utara Alun-Alun Tugu Kota Malang sebagian ditutup terpal dalam pembangunan sumur bor. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jika melintas di Alun-Alun Tugu Kota Malang, masyarakat bakal melihat sebagian taman ditutup terpal biru. Tepatnya di sisi utara monumen atau di seberang gerbang masuk SMAN 4 Kota Malang.

Di dalam lingkup terpal tersebut, terdapat sebuah lubang galian. Galian itu baru beberapa hari terakhir. Seorang pegawai Taman Tugu mengatakan lubang itu adalah galian sumur. "Buat sumur," ujar pegawai laki-laki itu saat ditemui MalangTIMES. 

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi mengungkapkan bahwa galian itu diperuntukkan sebagai sumur. Air sumur itu nantinya dipakai untuk menyirami Taman Bundar Tugu. 

"Karena selama ini menyiramnya pakai air kolam, sehingga debit airnya berkurang dan beberapa kali menyebabkan pompa air kolam rusak. Sehingga solusinya kami buatkan sumur," ujar Diah. 

Menurut Diah, dana yang dipakai adalah APBD Kota Malang 2018 sebesar Rp 186 juta. Kontrak pekerjaan itu dimulai 19 Februari lalu dan akan dilaksanakan selama 60 hari. Sumur itu nantinya akan dilengkapi dengan sistem penyiraman springkler. Namun sistem penyiraman ini akan dikerjakan secara bertahap, disesuaikan dengan anggaran. 

"Jaringan untuk sistem penyiramannya akan kami usulkan di P-APBD," lanjut perempuan yang juga menjabat asisten 2 Pemkot Malang itu. Saat ini Pemkot hanya membangun satu sumur. Penyiraman nantinya dilakukan memakai selang ke area taman.  

Sementara itu, selain membuat sumur, Pemkot Malang saat ini juga merawat Taman Bundar Tugu. Petugas memangkasi bunga di taman di depan Balai Kota Malang itu.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Malang Abdul Hakim mengungkapkan dirinya belum mengetahui keberadaan pembangunan sumur bor di Alun-Alun Tugu. "Saya kan tanya untuk apa. Apa untuk umum atau bisnis. Saya nggak hafal kalau di rancangan anggaran (sudah tertera atau belum)," ujarnya. 

"Mungkin dimodel seperti di (Jalan) Ijen yang buat nyiram taman. Kan airnya kembali ke tanah. Saya nggak berani ngomong (kalau pembangunan ini) nggak masalah. Bagaimanapun harus dipelajari dampaknya untuk lingkungan dan konservasi air yang diambil," pungkasnya. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top