Pameran Jarum Jahit, Cara Mahasiswa UM Merajut Kebhinekaan

Seorang pengunjung tengah melihat karya berjudul Feminim Look dalam pameran Domdondom di gedung Dewan Kesenian Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Seorang pengunjung tengah melihat karya berjudul Feminim Look dalam pameran Domdondom di gedung Dewan Kesenian Malang. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pengejawantahan semangat falsafah Bhinneka Tunggal Ika bisa dalam berbagai bentuk dan media. Seperti yang dilakukan seniman-seniman muda Universitas Negeri Malang (UM) yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Sanggar Minat (Samin). Mereka menggelar pameran bertajuk Domdondom (Jarum Jahit) untuk menjahit atau merajut perbedaan dalam satu semangat berkarya. 

Setidaknya ada 29 karya yang dipamerkan di gedung Dewan Kesenian Malang (DKM). Mulai dari seni lukis, kolase, juga seni instalasi. "Yang dipajang ini ada yang merupakan karya individual ada juga yang karya kolektif," ujar Rezda Bunga Cempaka, ketua panitia kegiatan. 

Menurut Rezda, karya-karya tersebut merupakan hasil dari mahasiswa yang baru mengikuti diklat anggota baru, akhir 2017 lalu. "Setelah diklat penerimaan anggota baru, mereka diberi waktu untuk membuat karya. Lalu dipamerkan bersama seperti saat ini. Persiapan pameran sendiri sekitar satu bulan," terang mahasiswi jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS) angkatan 2016 itu. 

Domdondom atau jarum jahit itu, lanjut Rezda, merupakan gambaran kebersamaan. "Karena kan UKM Samin ini tidak hanya dari jurusan seni saja, tapi dari jurusan lain mulai dari MIPA, teknik, dan lainnya. Juga bukan mahasiswa dari Malang saja, tapi dari berbagai daerah di Indonesia," paparnya. 

Beragam karya yang disajikan. Misalnya karya intalasi berjudul Feminim Look karya Arizatul dan Galuh. Karya tersebut menggambarkan empat sosok perempuan menggunakan pakaian ala penari balet dengan bahan kain tille atau kain jala. Juga instalasi berjudul Sajdah karya M Yusuf Effendi yang memperlihatkan sesosok badan manusia dari kawat dalam posisi sujud. 

Ada pula karya dari Pramita, Avia, dan Stephani berjudul Shape of Us. Menggunakan mix media, ketiganya membuat pigura-pigura segitiga dari benang jahit warna-warni. Di dalam pigura itu tampak potongan-potongan wajah perempuan dengan make up tebal. Mulai dari bibir bergincu merah, mata dengan pulasan perona ungu, dan lain-lain. 

Sementara itu salah satu pembedah karya, Miftakhul Jannah mengungkapkan bahwa pameran tersebut merupakan penanda generasi ke 25 UKM Samin. "Mereka menjadikan Domdondom sebagai sarna untuk menyatukan, menjadi simbol persatuan atas perbedaan-perbedaan yang ada. Tanpa ada aturan, mereka memaknai, mengalihbahasakan kegelisahan mereka dalam bentuk visual," paparnya. (*) 

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top