Bangun Pusat UMKM, Wali Kota Perintahkan Cari Mesin Keripik

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama pelaku usaha kecil menengah sedang mengupas buah apel di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bersama pelaku usaha kecil menengah sedang mengupas buah apel di Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Kota Batu memang dikenal sebagai sentra pertanian sayur-mayur. Namun di masa tertentu, saat panen raya, harga sayur jatuh. Untuk mengatasi hal tersebut, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko bakal menyiapkan solusi untuk warganya dengan membuat kawasan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kota Batu ini kan utamanya penghasil sayur mayur. Kentang dan wortel, misalnya, sangat banyak. Di saat-saat tertentu panen raya, kadang harganya sampai jatuh. Jadi, harus ada solusi untuk itu,” kata Dewanti, Senin (12/3/2018). 

Kawasan UMKM itu nantinya adalah sebuah pusat pembuatan sebuah produk hingga penjualannya dalam satu area. Lalu di tempat itu juga menjadi pusat seluruh produk UMKM Kota Batu.

“Ya bagi yang mau produknya di kawasan UMKM ini, silakan dimasukkan. Intinya di tempat ini semua menampung produk Kota Batu. Jadi, wisatawan kalau mauu cari oleh-oleh bisa ke kawasan UMKM ini,” ungkapnya kepada BatuTIMES.

Ide itu muncul saat Dewanti berjalan-jalan ke luar negeri. Dia menemukan oleh-oleh keripik wortel, tapi memiliki cita rasa layaknya wortel yang masih segar. Dari situ, Dewanti tergerak untuk mencontoh produk tersebut dikembangkan di Kota Batu.

“Saya berpikir untuk menjadikan wortel mentah menjadi produk yang matang. Misalnya kayak tepung, tapi rasanya itu benar-benar ya wortel yang segar itu,” ungkap ibu tiga anak ini.

Kemudian Dewanti bertanya cara membuat keripik wortel. Ternyata itu diproduksi melalui mesin khusus. Dewanti juga meminta kepada Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Batu untuk mencari mesin tersebut.

“Saya minta kepada dinas terkait untuk mencoba men-search kira-kira mesin itu jualnya di mana, harganya berapa. Entah nanti menjadi aset pemda, yang jelas mesin itu akan membantu petani menjadi barang olahan siap jual,” tambah Dewanti.

Ya, mesin itu bisa membuat barang menjadi sesuatu yang bernilai lebih. Rencana kawasan UMKM akan mengatasi dari hulu ke hilir semau ada di sana. “Sampai packaging hingga pemasaran dari hasil petani,” imbuhnya.

Menurut Dewanti, rencana program kawasan UMKM sedang digarap dan akan segera direalisasikan tahun 2018 ini. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Batu TIMES (JatimTimesNetwork)

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top