Ribuan Orang Pakaian Putih Tak Putus Padati TPU Kasin

Para jamaah tampak memadati TPU Kasin. ( UPT Pemakaman)
Para jamaah tampak memadati TPU Kasin. ( UPT Pemakaman)

MALANGTIMES - Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kasin yang terkenal dengan destinasi wisata baru sebagai Kampung Keramat,  Sabtu (10/3/2018) sampai kini, masih dibanjiri ribuan umat Islam dari berbagai wilayah yang menghadiri haul ulama Habib Abdullah bin Abdul Qadir Bil Faqih. Dulu Habib Abdullah dikenal sebagai tokoh karismatik, ahli hadis, dan berkepribadian santun.

Tampak ribuan manusia yang kebanyakan mengenakan  gamis putih terus datang memadati TPU Kasin dan duduk bersama memanjatkan doa-doa. Bahkan, Minggu pagi (11/3/2018) suasana TPU Kasin masih terlihat padat oleh jamaah. Ribuan jamaah itu berziarah sekaligus berdoa di TPU Kasin yang menjadi tempat makam Habib Abdullah.

Tak hanya saat haul suasana TPU Kasin di bawah pengelolaan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemakaman Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Malang ini ramai. Meskipun hari biasa, TPU Kasin tidak pernah sepi. Banyak peziarah yang datang mengunjungi makam Habib Abdullah.

Makam Habib Abdullah didesain atau berbentuk bangunan makam yang memiliki kubah berwarna hijau. Makam tersebut menjadi ikon TPU Kasin. Sehingga sangat pantas TPU Kasin dijuluki sebagai makam religi selain dikenal sebagai Kampung Keramat.

"Sebagai kepala UPT TPU, saya sangat bangga. Saya menyaksikan sendiri ribuan umat berdatangan di makam Syeh Abdullah. Tidak hanya dari dalam negeri, namun juga dari mancanegara seperti Yaman dan Malaysia," ungkap Taqruni Akbar SE saat meninjau langsung acara, Sabtu (10/03/2018).

Adanya haul tersebut juga mengangkat nama UPT TPU pada umumnya dan TPU Kasin khususnya untuk lebih dikenal publik dengan segala potensi dan histori yang terkandung di dalamnya. Apalagi kini TPU Kasin menjadi destinasi wisata yang mampu meningkatkan kesejahteraan kepada masyarakat dan diharapkan menyumbang dana APBD.

"Tidak salah jika TPU Kasin ini dinamakan Kampung Keramat. Ada potensi di dalamnya dan dapat dijadikan destinasi wisata religi yang akhirnya membawa rezeki bagi masyarakat sekitar," ujar Roni, panggilan akrab kepala UPT Pemakaman Disperkim Kota Malang tersebut.

"Dan inilah yang disebut kematian yang menghidupi. Kematian seseorang dapat memberi penghidupan bagi orang lain dan ini adalah keunikan yang dimiliki sebuah makam," tambahnya. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top