Malang Sejuta Kopi, Bumikan Kopi Lokal lewat Edukasi dan Ngopi Gratis Sebulan

Sam Idub, ketum Komunitas Malang Sejuta Kopi. Keberadaan komunitas ini semakin membumikan kopi lokal Malang Raya kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan yang dilehatnya. (Nana)
Sam Idub, ketum Komunitas Malang Sejuta Kopi. Keberadaan komunitas ini semakin membumikan kopi lokal Malang Raya kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan yang dilehatnya. (Nana)

MALANGTIMES - Membumikan kopi lokal yang tumbuh di wilayah Malang Raya kepada masyarakat tidak bisa hanya dibebankan kepada petani. Hulu sampai hilir persoalan dalam perkopian lokal Malang Raya tentunya membutuhkan sinergitas lintas sektoral. 

Hal inilah yang ditangkap oleh Komunitas Malang Sejuta Kopi yang merupakan kumpulan para pecinta,  petani,  pelaku usaha, sampai orang-orang pemerintahan daerah. Mereka mengukuhkan biji kopi lokal Malang Raya menjadi tuan rumah di wilayahnya sendiri sebelum tentunya aroma kopi Malang Raya berembus dan dinikmati rasanya di berbagai daerah maupun luar negeri. 

Laksono Budiarto atau lebih familiar di sapa Sam Idub, ketua umum Malang Sejuta Kopi, menyadari betul potensi kopi lokal Malang Raya. Kayanya potensi kopi tersebut tentunya membutuhkan tangan-tangan lain dalam mengangkatnya. 

"Urusan kopi tidak hanya hulunya yang harus dibenahi, tapi juga hilirnya. Dengan berjalannya sistem dari hulu sampai hilir, maka semua akan mendapat faedahnya dari kopi ini, " kata Sam Idub kepada MalangTIMES,  Jumatb(09/03). 

Berpijak dari konteks tersebut,  Sam Idub sebagai pentolan di Komunitas Malang Sejuta Kopi tak henti melakukan komunikasi dengan berbagai pihak. Salah satunya adalah pemerintah daerah di Malang Raya,  seperti yang dilakukan beberapa hari lalu. 

Pemerintah daerah sebagai pemangku kepentingan dalam dunia kopi di Malang Raya punya peran signifikan dalam menjaga berjalannya sistem kopi dari hulu-hilir. Saat rantai tersebut putus,  maka para pelaku yang berkecimpung dalam perkopian akan berjalan pincang. 

"Di petani kopi hasilnya melimpah dan bagus,  tapi pemasaran terputus dan tidak berjalan, akhirnya akan terganggu juga. Ini yang coba kami jaga dengan berbagai komunikasi dengan pemda atau pihak lainnya, " terang Sam Idub yang juga merupakan produsen kopi. 

Bagian dari  menjaga hal tersebut adalah dengan menguatkan edukasi kopi kepada khalayak umum. Caranya,  dengan melehat acara Every Day Free Coffee selama sebulan penuh di bulan April 2018. Acara tersebut merupakan acara rutin Komunitas Malang Sejuta Kopi dalam mengenalkan berbagai jenis kopi lokal yang tumbuh di Malang Raya kepada masyarakat. 

Sam Idub mengatakan,  di acara tersebut, pihaknya menggandeng ratusan kedai kopi di Malang Raya yang akan menyuguhkan 20 cup atau gelas kopi setiap hari. "Antusiasme kedai kopi tinggi dalam acara ini. Pun,  tiga pemda di Malang Raya yang mendukung penuh acara ini, " ujarnya. 

Harapan dengan minum kopi gratis selama sebulan penuh ini adalah tumbuhnya kecintaan masyarakat atas kopi lokal yang ada di Malang Raya. Kualitas kopi pun di perlehatan yang  akan digelar bulan depan ini, akan menjadi bagian dalam acara tersebut. 

"Kualitas kopi tentunya nanti yang akan kita sasar juga dalam acara ini. Ini agar brand kopi Malang Raya yang sudah mendunia juga bisa dikenal dan dinikmati masyarakat, " imbuh Sam Idub yang juga berharap dengan berbagai acara tersebut,  setiap daerah akan lahir ikon kopinya masing-masing. 

Selain acara minum kopi lokal berkualitas sebulan penuh,  Komunitas Malang Sejuta Kopi juga akan terus mencari formula dalam membumikan dan mendedah berbagai  sejarah kopi yang ada di Malang Raya. Telusur kopi,  misalnya,  akan menjadi bagian dari program kerja di tahun ini. 

Pemda Kota Batu telah menyiapkan diri untuk bersama Komunitas Malang Sejuta Kopi dalam menguak sejarah kopi Songgoriti yang belum terekspos selama ini. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top