Bola Panas SMPN 4 Kepanjen Terus Menggelinding (6-Selesai)

Kadisdik akan Pimpin Sendiri Tim yang Tangani Konflik SMPN 4 Kepanjen

M Hidayat Kadisdik Kabupaten Malang menegaskan dirinya akan secara langsung turun dan mengetuai tim yang akan dibentuk dalam menyelesaikan konflik di tubuh SMPN 4 Kepanjen. (Nana/MalangTIMES)
M Hidayat Kadisdik Kabupaten Malang menegaskan dirinya akan secara langsung turun dan mengetuai tim yang akan dibentuk dalam menyelesaikan konflik di tubuh SMPN 4 Kepanjen. (Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Instruksi langsung Bupati Malang Rendra Kresna terhadap Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang untuk menyelesaikan konflik di SMPN 4 Kepanjen, langsung ditindaklanjuti. 

?Kemarin (06/03) Kadisdik Kabupaten Malang langsung mengundang Kepala SMP 4 Kepanjen untuk melakukan press conference untuk meluruskan konflik yang menggelinding liar tersebut. 

"Tugas Bapak Bupati jelas,  kami diminta untuk melakukan fasilitasi dalam konflik tersebut secepatnya," kata Dayat Kadisdik Kabupaten Malang, Rabu (7/3/2018) kepada MalangTIMES. 

Dayat melanjutkan pihaknya akan segera mengumpulkan kedua belah pihak yang berkonflik dalam mencari solusi terbaik. "Bukan mencari menang atau kalah apalagi salah dan benar. Saya nanti akan langsung turun  tangan mengawal tim untuk konflik ini, " tegasnya. 

Harapan Disdik Kabupaten Malang dengan dibentuknya tim untuk penyelesaian masalah di SMPN 4 Kepanjen akan diketuainya langsung ini,  agar siswa tidak terganggu proses belajarnya.

"Ini agar selesai dan tidak berdampak kepada siswa. Sebentar lagi kita akan menghadapi ujian nasional. Jangan sampai ini menjadi gangguan bagi siswa, " ujar Dayat yang rencananya senin depan akan segera mempertemukan kedua belah pihak yang berkonflik. 

Mengenai proses pemberhentian Komite Sekolah,  Disdik sekali lagi menegaskan, pihaknya tidak ingin terjebak di dua kubu yang berkonflik. Hal ini juga dipertegas oleh Bupati Malang Rendra Kresna. 

"Jelas disampaikan bapak bupati, kalau memang pemberhentian tidak prosedural, maka pengurus dikembalikan. Kalau sudah sesuai dengan aturan ya sudah. Ini hanya karena adanya komunikasi yang macet saja di dua belah pihak, " terang Dayat. 

Disinggung mengenai persoalan anggaran yang menjadi bara api di SMPN 4 Kepanjen,  Dayat secara tegas mengatakan dirinya tidak mengetahui persoalan tersebut. Pasalnya,  sejak menjabat Kadisdik Kabupaten Malang,  dirinya tidak pernah mendapat laporan tentang persoalan pembangunan ruang kelas di SMPN 4 Kepanjen. 

Untuk persoalan tersebut,  nantinya tim yang diketuainya akan menyisir persoalan tersebut dengan mempertemukan dua belah pihak serta berbagai dokumen yang ada. 

"Saya memang tidak bisa menjawabnya sekarang tentang itu. Karena proses tersebut sebelum saya menjabat, " pungkasnya. 

Kita tunggu aksi dari Disdik Kabupaten Malang dalam menyelesaikan konflik berlarut di tubuh SMPN 4 Kepanjen ini. Apakah bola panas ini akan langsung mendingin dan berhenti pergerakannya. Atau kah akan semakin menggelinding cepat dan menyeret berbagai pihak yang pernah ada dalam lingkaran konflik tersebut. 

Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top