Bola Panas SMPN 4 Kepanjen Terus Menggelinding (2)

Kadisdik Kabupaten Malang Tepis Tudingan Terima Jasa Pindah Sekolah Rp 30 Juta, Sebut Mati Kafir Kalau Makan Uang Itu

M Hidayat Kadisdik Kabupaten Malang secara tegas menyampaikan ketidakbenaran adanya uang jasa pindah Kepsek senilai Rp 30 juta (Imam Syafii)
M Hidayat Kadisdik Kabupaten Malang secara tegas menyampaikan ketidakbenaran adanya uang jasa pindah Kepsek senilai Rp 30 juta (Imam Syafii)

MALANGTIMES – Belum selesai persoalan untuk meluruskan perselisihan pemecatan Komite Sekolah yang digugat oleh tiga pengurusnya (Sugijanto Basoeki selaku Ketua, Holis Basyarahil Sekretaris, dan Eva Maulidya sebagai Bendahara), mencuat adanya dugaan permainan uang jasa perpindahan sekolah.

Nilainya pun lumayan besar, mencapai Rp 30 juta. Dugaan adanya uang jasa kepindahan Kepala Sekolah (Kepsek) Suburyanto sebesar Rp 30 juta ini, terkuak dari laporan tiga pengurus Komite SMPN 4 Kepanjen. Mereka menyatakan, Suburyanto meminta uang tersebut. “Ini salah satu alasan yang membuat Subur memecat kami, karena kami menolak permintaan tersebut,” kata  Sugijanto Basoeki Ketua Komite SMPN 4 Kepanjen.

Dugaan tersebut sontak membuat Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Malang bereaksi keras saat ditemui MalangTIMES untuk melakukan konfirmasi tersebut. Walaupun tidak secara tertulis tercantum adanya uang jasa kepindahan untuk si A, B atau C. “Tapi dugaan ini kalau tidak segera diluruskan akan kemana-mana dan menimbulkan fitnah. Terutama kepada saya sebagai kepala dinas,” kata M Hidayat, Selasa (06/03) saat ditemui di ruang Anusapati Kabupaten Malang.

Bahkan Dayat-panggilan akrab M Hidayat-, ini menyatakan secara tegas tidak melakukannya. "Mati kafir saya kalau menerima atau memakan uang tersebut. Bahkan walau sepeser pun. Ini saya tidak main-main dengan pernyataan ini. Kalau saya menerima uang itu dunia akhirat saya tidak akan selamat,” tegasnya.

Disinggung mengenai merebaknya dugaan uang jasa sebesar Rp 30 juta, Dayat mengatakan bahwa hal tersebut tidak benar. Dia bahkan meminta semua pihak yang berpolemik di SMPN 4 Kepanjen untuk menunjukkan siapa yang meminta dan menerima uang jasa kepindahan Subur. “Apabila memang ada yang main dalam persoalan itu, silahkan buktikan. Apa itu kepada Kadis, Kabid-kabid atau orang lain. Saya akan menindaknya secara tegas,” ujar Dayat.

Dari konfirmasi yang dilakukan oleh Dayat secara langsung kepada Kepala Sekolah Negeri 4 Kepanjen, mengenai dugaan uang jasa senilai Rp 30 juta ini, ternyata didapatkan jawaban yang tidak sesuai dengan adanya isu tersebut. Versi dari Subur yang disampaikan kepada Kadisdik Kabupaten Malang, bahwa mencuatnya uang tersebut karena ada komunikasi yang tidak berjalan.

Dayat menyatakan, Subur memang pernah berencana meminta uang tersebut kepada Ketua Komite Sekolah Sugijanto. “Tapi bukan untuk uang jasa kepindahan. Uang itu untuk keperluan pribadinya. Saya tidak tahu keperluan pribadinya untuk apa. Baru rencana meminjam, belum sampai uang itu di tangan Subur,” terangnya kepada MalangTIMES.

Disinggung mengenai pemecatan sepihak kepada Komite Sekolah oleh Subur, Dayat yang berkali-kali menegaskan dirinya tidak membela salah satu pihak yang sedang berkonflik ini, mengatakan bahwa proses pemberhentian tersebut telah melalui prosedur musyawarah komite.

Hal ini dipertegas dengan adanya Berita Acara Musyawarah Komite yang dihadiri oleh perwakilan wali murid kelas 7, 8 dan 9 yang berjumlah 33 orang yang diperlihatkan oleh Subur pada saat Dayat berkunjung untuk mengetahui secara pasti duduk persoalan tersebut. “Jadi ada rapat wali kelas untuk proses pemberhentian tiga pengurus Komite tersebut. Tidak sepihak. Untuk lengkapnya data tersebut silahkan hubungi Subur,” ujar Dayat yang saat itu juga langsung menelpon Subur yang saat polemik ini mencuat tidak berkenan mengklarifikasi persoalan kepada media.

“Saya jamin Subur mau bicara kepada media untuk meluruskan hal tersebut. Saya pastikan biar ini tidak menjadi fitnah dan polemik berkepanjangan,” pungkas Dayat.

Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top