Baru Di-launching, Command Center Kabupaten Malang Curi Mata Jakarta

Nasar Selian HT, kepala Diskominfo Kabupaten Malang, saat mempresentasikan kecanggihan Command Center di hadapan bupati Malang, kepala OPD serta undangan, Rabu (28/02). (Nana)
Nasar Selian HT, kepala Diskominfo Kabupaten Malang, saat mempresentasikan kecanggihan Command Center di hadapan bupati Malang, kepala OPD serta undangan, Rabu (28/02). (Nana)

MALANGTIMES - Pembangunan Command Center yang menelan anggaran Rp 2,5 miliar tahun 2016 dan diresmikan secara langsung oleh Bupati Malang Dr H Rendra Kresna,  Rabu (28/02/2018), ternyata telah mencuri mata Jakarta. 

Setelah melakukan uji coba tahun 2017, serta pembangunan terus dilanjutkan di bawah kendali Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, pusat kendali monitor Kabupaten Malang ini siap untuk menuju Jakarta.

Nasar Selian HT, kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Malang, membenarkan hal tersebut. Pejabat eksekutif terbilang senior ini menyampaikan bahwa Command Center sekitar bulan Maret depan akan dinilai atau di-assesment oleh Jakarta. 

"Kita mendapat undangan untuk itu. Assesment ini dalam rangka menindaklanjuti instruksi Presiden Jokowi dalam mengukuhkan 100 Kabupaten/Kota di Indonesia yang masuk sebagai Smart City atau Smart Regency di tahun 2017," terang Nasar kepada MalangTIMES.   

Undangan tersebut,  tentunya tidak datang begitu saja. Ada proses panjang dan seleksi tertutup yang dilakukan tim di tingkat pusat tersebut. Dalam Pemilihan Kabupaten/Kota yang diundang dan di assesment. Pasalnya,  lanjut Nasar,  penilaian tersebut dalam mewujudkan Kabupaten/Kota yang nanti jadi role model daerah lainnya. 

Tentunya,  jalan masih panjang  untuk mengukuhkan diri sebagai yang terbaik dalam persoalan penerapan teknologi informasi secara massif dan sadar di seluruh Organisasi Perangkat Daerah. Hal ini diakui oleh Bupati Malang yang menegaskan, untuk menjadikan Smart Regency tentunya tidak mudah. 

"Tapi tidak ada kata lain bagi kita selain masuk ke dalamnya. Kita banyak memiliki inovasi diberbagai OPD, tinggal kita masukan ke Command Center. Kita punya semangat untuk menuju Smart Regency, " ujar Rendra Kresna. 

Semangat yang  diusung Rendra Kresna inilah yang patut untuk  diaplikasikan oleh jajarannya dalam kaitan dengan digitalisasi dalam pelayanan kepada masyarakat. 

"Tanpa ada sinergitas dari seluruh OPD dalam memulai proses pendataan secara digital sebagai basis data di Command Center, tentu tidak bisa berjalan, " ujar Nasar yang rencananya akan memohon kepada Bupati Malang untuk menerbitkan SK (Surat Keputusan,  red)  untuk kewajiban bagi OPD melakukan digitalisasi data.  "Serta pengangkatan Operator dan Admin di setiap OPD. Mereka yang nanti bertanggung jawab atas hal tersebut, " imbuhnya. 

Lepas masih adanya beberapa kekurangan di Command Center yang terbilang masih baru ini,  Nasar optimis Kabupaten Malang akan menjadi salah satu daerah yang nanti jadi percontohan di tingkat nasional. 

"Sampai saat ini sudah ada 6 OPD yang sudah menjalankan digitalisasi data dan masuk di Command Center. Berikutnya diikuti beberapa OPD lain,  BMKG,  Kemenag,  Polres Malang,  kodim dan lainnya," pungkas Nasar. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top