Jalan Ditanami Pisang, Ini Kata Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang

Warga di wilayah Kalipare menanam pohon pisang di ruas jalan rusak. Aksi tersebut didorong rasa kesel dan frustasi atas tidak dibangunya jalan rusak.  (Abdullah for MalangTIMES)
Warga di wilayah Kalipare menanam pohon pisang di ruas jalan rusak. Aksi tersebut didorong rasa kesel dan frustasi atas tidak dibangunya jalan rusak. (Abdullah for MalangTIMES)

Jalan-jalan di Kabupaten Malang, kerapkali diketemukan adanya kerusakan di awal tahun.  Baik itu kerusakannya dalam skala ringan,  sedang sampai tergolong berat atau parah.

Data Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang menyebutkan ada sekitar 35 titik kerusakan jalan di wilayah Kabupaten Malang, Puluhan titik jalan yang rusak tersebut,  sejak awal tahun terus diperbaiki dengan kemampuan dan anggaran yang ada. 

"Sekali lagi kita tidak menutup mata dengan berbagai laporan warga. Kita terus bekerja walau dalam keterbatasan yang ada," kata Romdhoni,  Minggu (18/02) melalui sambungan telepon. 

Disinggung mengenai reaksi warga yang kesal dan geram dengan atas kerusakan jalan dengan cara menanamkan pohon pisang, Romdhoni menyatakan permintaan maafnya, dan minta warga untuk bersabar.  Seperti halnya pada kerusakan jalan di wilayah Kalipare.  

Pihaknya,  kata Romdhoni telah menerima laporan tersebut. "Saya sudah menugaskan UPTD untuk survei ke lokasi tersebut," ujarnya. 

Seperti diketahui,  beberapa warga melampiaskan rasa kecewanya atas jalan rusak yang tersebar di  tiga desa, yaitu Desa Kalipare, Tumpakrejo dan Kaliasri. Dengan menanam pohon pisang diberbagai ruas jalan rusak. 

Warga merasa jalan di wilayahnya tidak disentuh dan diperhatikan oleh pemerintah,  baik tingkat desa,  kecamatan sampai Kabupaten. Nuryadi warga desa Kalipare mengatakan,  jalan di wilayahnya cukup lama rusak. 

"Semakin rusak dan membuat berbahaya pengendara. Makanya kita tanami pisang dan umbi betol, " ujarnya. 

Aksi tanam pisang ini selain sebagai bentuk kekesalan warga juga sebagai tanda bagi pengendara yang melewati jalan yang rusak. "Agar tidak kembali terjadi kecelakaan di sini,  mas, " imbuh Nuryadi. 

Romdhoni di kesempatan berbeda juga pernah menyampaikan,  bahwa dengan adanya keterbatasan sumberdaya di pihaknya memang tidak bisa serta merta melakukan pembangunan.  

"Kita tentunya tidak bisa langsung dapat laporan,  terus membangun. Ini berkaitan dengan berbagai hal yang harus juga kita pertimbangkan, " ujarnya. 

Hal-hak teknis,  anggaran,  serta kesiapan berbagai peralatan berat yang kini terus berputar di berbagai wilayah setiap harinya,  menjadi hal yang membuat setiap laporan warga harus antri untuk ditindaklanjuti. 

Cuaca hujan yang terus turun di wilayah Kabupaten Malang juga menjadi bagian dalam pertimbangan pembangunan jalan rusak. "Tapi dengan kondisi seperti ini,  kita memang tidak bisa menunggu. Dari awal tahun kita terus bergerak untuk persoalan ini, mas, " ujar Romdhoni yang juga menyampaikan pihaknya tentu mendengar dan akan menindaklanjuti setiap laporan warga. 

Editor : A Yahya
Publisher : Aditya Fachril Bayu

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top