Sambangi Buruh Bentoel, Pasangan ASIK Diminta Pertahankan Pendidikan Gratis di Kota Malang

Pasangan ASIK saat transit sebelum menyapa para buruh di Pabrik Bentoel, Kamis (15/2/2018). (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES)
Pasangan ASIK saat transit sebelum menyapa para buruh di Pabrik Bentoel, Kamis (15/2/2018). (Foto: Hezza Sukmasita/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kesejahreraan buruh menjadi salah satu perhatian pasangan H Moch Anton-Syamsul Mahmud. Di kampanye hari pertamanya pasangan ASIK ini menyasar ke Pabrik Bentoel yang berada di kawasan Janti.

Tetap menjadi magnet, kedatangan Abah Anton-Abah Syamsul langsung disambut buruh-buruh linting rokok di tempat ini. Berfoto dan bersalaman sudah menjadi pemandangan yang sangat umum ketika sosok ini turun ke masyarakat.

Dalam momen tersebut banyak buruh meminta  jika Anton-Syamsul terpilih memimpin Kota Malang tidak mencabut subsidi pendidikan. Sebab, menurut para buruh subsidi pemerintah saat ini begitu membantu meringankan perekonomian mereka.

"Sekolah gratis tetap ya, Bah. Jangan sampai pendidikan tidak disubsidi ya, Bah, " ungkap Yuyun salah seorang buruh.

Mendengar permintaan itu, Abah Anton menjelaskan bahwa subsidi menjadi salah satu program pemerintah dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.

Bahkan, ada juga buruh yang meminta kepada suami Hj Dewi Farida Suryani ini untuk menggelar ziarah wali kembali. Namun Anton menjelaskan kepada mereka bahwa kampanye dengan hal tersebut sudah tidak diperkenankan lagi.

Selain itu, Anton juga memperhatikan pendapatan para buruh rokok yang bekerja di sana. Rata-rata mereka menerima upah sesuai dengan jumlah lintingan rokok yang dibuat dalam sehari. 

"Tadi saya tanya berapa pendapatannya? ternyata borongan jadi terganyung jumlah yang dibuat. Ada yang tua ada juga yang masih muda," ungkap Anton. 

"Yang jelas kami ingin memperhatikan para buruh karena mereka juga mengangkat ekonomi Kota Malang. Kami ingin melihat aspirasi mereka. Tadi juga banyak yang berharap kami dapat lanjut dua peridode," ungkapnya lagi.

Kebersamaan Anton-Syamsul dengan para buruh berlangsung begitu intim. Namun sayangnya, awak media tidak diperkenankan mengabadikan momen di dalam ruang produksi.

Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top