Kasus OTT Kades Kalisongo, Bupati Malang Rendra Minta Agar Dijadikan Pelajaran

Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna sering mengingatkan kepada seluruh kades di Kabupaten Malang taati peraturan hukum dan hindari melakukan pungutan liar. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna sering mengingatkan kepada seluruh kades di Kabupaten Malang taati peraturan hukum dan hindari melakukan pungutan liar. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bupati Malang Rendra Kresna angkat bicara terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyeret Siswanto, (48 tahun), Kepala Desa Kalisongo,  Kecamatan Dau, Kabupaten Malang,  pada Rabu (14/2/2018) lalu.  Siswanto terkena OTT karena dugaan pungutan liar dalam pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT).

Rendra menyatakan sudah mewanti-wanti, bahkan sering memperingatkan seluruh kades jangan pernah melakukan pemungutan diluar ketentuan hukum.

"Saya sudah sering mewanti-wanti, bahkan mengingatkan kades supaya tidak melakukan pungutan liar diluar ketentuan hukum yang berlaku. Tolonglah semua kades hindari hal ini," kata Rendra Kresna kepada MalangTIMES, Kamis (15/2/2018).

Menurut Rendra hal-hal yang harus dihindari kades yaitu jangan pernah kades bersedia menjadi makelar. Artinya ketika ada seseorang yang mau meminta tolong mengurus surat atau izin apapun supaya dihindari.

"Kalau nanti salah persepsi dari orang yang tidak paham, sangkanya dalam rangka suap menyuap. Makanya itu hindari dan kades harus mentaati peraturan hukum," terangnya.

Rendra Kresna menyampaikan bahwa kasus pungutan liar itu sering terjadi terkait permasalahan kepenguruaan tanah, jual beli tanah. Hal itu sangat rawan sekali terjadi. 

"Terus terang kejadian yang menimpa Kades Kalisongo ini, Camat Dau sudah memperingatkan yang bersangkutan tidak hanya satu dua kali saja. Semoga kasus ini tidak dilakulan lagi oleh kades lain, semua ada prosedurnya, karena aturan hukum sebagai pijakannya," tegasnya

Kemudian, Pemkab Malang melalui Inspektorat dan Tim Saber Pungli Polres Malang juga kerap melakukan pembinaan terhadap camat dan kades untuk menaati peraturan hukum dalam melayani masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Suwadji menyatakan sudah beberapa kali mengingatkan dan memberikan warning ke seluruh kades di Kabupaten Malang. 

"Warningnya kades harus hati-hati, menaati peraturan dan harus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang baik. Termasuk melayani kepengurusan surat apapun harus melalui prosedur dan ketentuan hukum," kata Suwadji kepada MalangTIMES.

Lebih lanjut Suwadji mengungkapkan bahwa Pemkab Malang sering memberikan imbauan atau sosialisasi kepada kades di Kabupaten Malang agar tak melanggar aturan. Bahkan, warningnya melalui camat di masing-masing wilayah.

"Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna bahkan camatnya sudah mengingatkan di setiap pertemuan pembinaan melalui Inspektorat dan Tim Saber Pungli juga," ucapnya.

Menurut Suwadji, sebelumnya tersangka Kades Kalisongo, Siswanto ini sudah diingatkan oleh camatnya terkait permasalahan perumahan tersebut. 

"Padahal sekitar enam bulan yang lalu, dia sudah diingatkan camatnya. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kades lain lebih hati-hati dan memahami aturan sehingga tidak terjebak oleh pelanggaran hukum," ujarnya.

Editor : A Yahya
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top