Awal Tahun, Bea Cukai Malang Dapati Delapan Produsen Rokok Ilegal

Petugas menunjukkan pita cukai desain tahun 2018 pada awak media saat Pencanangan Zona Integritas dan Sosialisasi Identifikasi Keaslian Pita Cukai Desain Tahun 2018, di kantor Bea Cukai Malang (15/2/2018) . (Foto: Istimewa)
Petugas menunjukkan pita cukai desain tahun 2018 pada awak media saat Pencanangan Zona Integritas dan Sosialisasi Identifikasi Keaslian Pita Cukai Desain Tahun 2018, di kantor Bea Cukai Malang (15/2/2018) . (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Peredaran rokok ilegal tanpa cukai masih merajalela di wilayah Malang Raya. Sepanjang Januari hingga pertengahan Februari tahun ini, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai (TMC) Malang telah melakukan penindakan pada delapan produsen rokok ilegal.

"Penindakan ini memang difokuskan untuk menertibkan rokok ilegal di wilayah Malang Raya. Delapan produsen rokok ilegal tersebut berada di Kota Malang dan Kabupaten Malang," kata Kasie Intelijen dan Penindakan KPPBC TMC Malang Arief H saat ditemui di sela agenda Pencanangan Zona Integritas dan Sosialisasi Identifikasi Keaslian Pita Cukai Desain Tahun 2018, hari ini (15/2/2018).

Sementara di tahun 2017, Bea Cukai Malang telah menangkap dua tersangka terkait kasus penggunaan pita cukai palsu pada produk olahan tembakau. Kini dua orang tersangka tersebut telah menjalani hukuman akibat perbuatannya. "Keduanya diancam hukuman satu hingga lima tahun penjara dan atau denda," ungkap Arief.

Menurutnya, pengetahuan masyarakat maupun pelaku industri rokok tentang keaslian pita cukai merupakan hal yang penting. Sehingga peredaran rokok ilegal bisa diantisipasi. "Selain pita cukai palsu, pengawasan terhadap pita cukai bekas juga kami awasi," tuturnya.

Ia menjelaskan, pita cukai tahun 2018 memiliki perbedaan dibandingkan tahun 2017. Salah satu perbedaannya adalah hologram yang tercantum, dimana pita cukai 2018 terdapat hologram bertuliskan Bea Cukai (BC).  "Pada pita cukai yang asli, hologram bertuliskan BC tersebut jika diputar 90 derajat akan berubah menjadi tulisan Republik Indonesia (RI). Hologram semacam ini tidak ditemukan pada pita cukai keluaran tahun 2017," ujar Arief.

Terkait target penerimaan KPPBC TMC Malang, pada tahun ini meningkat hingga Rp 19 Triliun. Untuk itu, upaya sosialisasi dan penertiban terus dilakukan sebagai upaya untuk mencapai target penerimaan tersebut. Sedangkan di tahun 2017 lalu realisasi penerimaannya mencapai 100 persen lebih.

"Kami berharap masyarakat juga ikut membantu mengawasi dan melaporkan jika menemui rokok tanpa pita cukai, dengan pita cukai palsu, ataupun pita cukai bekas," pungkasnya.

Editor : A Yahya
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top