Dirjen Kemendes Borong Kripik Bayam Warga Banjarejo, Bupati Rendra Ajak Warga Menyanyi Desaku

Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna (kiri) mendampingi Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kemendes PDTT, Ahmad Erani Yustika (tengah) melihat olahan makanan di Desa Banjarejo, Pakis, Kabupaten Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)
Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna (kiri) mendampingi Dirjen Pembangunan Kawasan Perdesaan, Kemendes PDTT, Ahmad Erani Yustika (tengah) melihat olahan makanan di Desa Banjarejo, Pakis, Kabupaten Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Direktur Jenderal (Dirjen) Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), Ahmad Erani Yustika meninggalkan kenangan manis bagi warga Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Kamis (15/2/2018). 

Saat peresmian Embung Sumber Umbulan Kawasan Poncokusumo, Wajak, Pakis, Bromo, Jabung, dan Tumpang (Poncowismojatu) di Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, dia memborong produk olahan karya warga sekitar. 

Dia cukup tertarik dengan olahan bayam menjadi kripik. Apalagi hanya dijual Rp 2 ribu per bungkus. "Bagus semua produk aneka olahannya, nanti kami borong ya bu," ucap Ahmad Erani Yustika.
Tak hanya memborong, dia juga menyarankan kepada warga untuk menjual ke toko lain. "Harganya nanti bisa mahal loh, tinggal sekarang bagaimana mengemas (packaging) menjadi bagus dan menarik konsumen," kata Erani yang didampingi Bupati Malang, Dr H Rendra Kresna dan warga Banjarejo.

Aksi borong itu dilakukan Erani saat dia melihat pameran produk di peresmian embung. Beragam produk aneka olahan makanan hingga daur ulang sampah dipamerkan. 
Kreativitas produk olahan warga dari anggota Program Keluarga Harapan binaan Dinas Sosial Kabupaten Malang program Bank Sampah. Warga sekitar yang membutuhkan sembako, boleh menukar sampah untuk dijadikan beraneka ragam tas maupun keranjang.

Dari pantauan MalangTIMES, sederet stand warga Banjarejo menyuguhkan beragam olahan makanan keripik talas, wortel, buah naga dan bayam. Tak hanya itu saja, aneka olahan dari sampah warga menyulap menjadi tas dan keranjang untuk tempat makanam dan minuman.

Rendra Kresna menyampaikan kepada Erani bahwa bahan talas yang dijadikan produk makanan ini berasal dari Ngantang dan disebar ke wilayah Kabupaten Malang untuk dijadikan produk makanan.
"Jadi bahan talas ini pak didatangkan dari Ngantang. Setiap harinya mereka mengirim hampir satu truk. Kata orang bali semakin gatal rasa talas akan semakin mahal harganya," kara Rendra Kresna.

Usai meninjau produk olahan warga Banjarejo, Rendra Kresna mengajak warga Banjarejo bersama-sama menyanyikan lagu 'Desaku' dihadapan rombongan Kemendes Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di area lokasi embung. "Lagu ini membuktikan bahwa warga yang tinggal di wilayah Kabupaten Malang merasa bangga dan cinta akan desanya," ujar Rendra Kresna.

Lirik Lagu Desaku

'Desaku yang kucinta, pujaan hatiku
Tempat ayah dan bunda, dan handai taulanku
Tak mudah kulupakan, Tak mudah bercerai
Selalu ku rindukan, desaku yang permai'.

Editor : A Yahya
Publisher : Alfin Fauzan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top