Usai Rayakan Valentine, 818 Siswa di Kota Malang Jalani Tes Urine Narkoba

Seorang siswi menyerahkan sampel urine kepada petugas untuk dicek ada tidaknya kandungan narkoba. (Foto: BNN Kota Malang for MalangTIMES)
Seorang siswi menyerahkan sampel urine kepada petugas untuk dicek ada tidaknya kandungan narkoba. (Foto: BNN Kota Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Masih maraknya peredaran narkoba yang menyasar pelajar menjadi keprihatinan banyak pihak, termasuk sekolah. Hari ini (15/2/2018) sebanyak 818 siswa kelas X-XII SMA Laboratorium UM Kota Malang mengikuti tes urine pasca-perayaan Hari Valentine atau hari kasih sayang. 

Tes urine tersebut dilakukan untuk memastikan siswa sekolah tersebut terbebas dari pengaruh narkoba. Waka Kesiswaan SMA Laboratorium Moch. Khabib Saleh mengatakan, tes urine yang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang itu merupakan inisiatif sekolah. "Ini agenda tahunan. Pemeriksaan kali ini yang kelima kalinya kami gelar," ujar Khabib. "Biasanya tes urine kami laksanakan pertengahan tahun setelah liburan semester, tetapi tahun ini sengaja kita pilih momen setelah Valentine," tambahnya saat ditemui di sela pelaksanaan tes urine.

Pilihan tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya kemungkinan siswa merayakan hari kasih sayang dengan hal negatif. Terlebih, momen Hari Valentine tampaknya merupakan salah satu 'hari besar' bagi muda-mudi.

Dari hasil tes urine tersebut, menurut Khatib, tidak ada siswanya yang terindikasi mengonsumsi narkoba. Meski demikian, sekolah akan terus melakukan pendampingan dan pembinaan karakter siswa. "Presiden Joko Widodo menyebut bahwa Indonesia darurat narkoba. Ini yang harus diwaspadai dengan menjaga karakter siswa agar tidak tergiur menggunakan narkoba," tandasnya.

Ia menegaskan, jika nanti ditemukan siswa yang positif menggunakan narkoba, maka pihak sekolah tidak segan untuk mengeluarkan siswa yang bersangkutan. "Pada awal masuk sekolah kami sudah membuat komitmen dengan semua siswa, jika mereka membuat kesalahan berkaitan dengan penyalahgunaan narkoba, maka mereka harus siap dikeluarkan dari sekolah," ujar Khabib.

Sementara itu, Kasi Pencegahan Pemberdayaan Masyarakan (P2M) BNN Kota Malang, Kompol Diyah menilai, tes urine bagi siswa merupakan agenda penting sebagai upaya pencegahan pengaruh narkoba. Selama tahun 2018, BNN sudah melakukan tes urine di empat sekolah mulai tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. "Kami berharap sekolah-sekolah lain juga melakukan hal serupa untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekolah," tegasnya. (*) 

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top