Polisi Tetapkan Kades Kalisongo Tersangka OTT Pungli

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung (dua dari kiri) bersama Kasubag Humas dan Kasat Reskrim Polres Malang saat merilis kasus OTT Kades Kalisongo, Dau, Kamis (15/02). (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung (dua dari kiri) bersama Kasubag Humas dan Kasat Reskrim Polres Malang saat merilis kasus OTT Kades Kalisongo, Dau, Kamis (15/02). (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Kembali Tim Saber Pungli Kabupaten Malang unjuk gigi. Setelah beberapa kasus mengenai Operasi Tangkap Tangan (OTT) terjadi, kembali kasus serupa menimpa Kepala Desa (Kades) Kalisongo, Kecamatan Dau. 

OTT yang dilakukan kepada Siswanto (48) Kades Kalisongo, bahkan dilakukan di siang bolong. Tepatnya pukul 14.00 WIB dan berlokasi di Kantor Desa Kalisongo, Rabu (14/02/2018) kemarin. 

OTT Tim Saber Pungli Mabes Polri dan Polres Malang tersebut menambah deretan panjang kasus yang  menimpa Kades di wilayah Kabupaten Malang. 

Siswanto yang langsung diamankan dengan barang bukti, sejak semalam dilakukan pemeriksaan secara intensif. Hingga pukul 23.20 WIB,  Kades Kalisongo ini akhirnya resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, membenarkan adanya OTT terhadap Kades Kalisongo. "Betul, kemarin kita melakukan OTT. Hingga sampai malam kita lakukan pemeriksaan. Tiga saksi juga sudah kita periksa. Ini kita masih terus melakukan pengembangan penyidikan," terang Ujung Kapolres Malang dalam press rilis kasus OTT Kades Kalisongo, Kamis (15/02/2018) di Mapolres Malang. 

Ujung juga menjelaskan, kronologis OTT berawal dari adanya informasi mengenai permintaan sejumlah uang oleh Kades Kalisongo kepada korban dalam pengurusan izin pendirian bangunan dan Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT). Adanya laporan tersebut,  langsung ditindaklanjuti oleh tim Saber Mabes Polri dan Polres Malang ini. 

Barang bukti OTT Kades Kalisongo,  Dau,  dalam pengurusan IMB dan IPPT.

"Dalam OTT di kantor desa inilah kita menangkap pelaku serta barang bukti pembayaran uang bagi pelicin perizinan pembuatan perumahan kepada Kades Kalisongo " ujar Ujung. 

Dari barang bukti OTT diamankan sejumlah uang sebesar Rp 7,5 juta yang merupakan pembayaran termin ketiga. Sebelumnya,  Kades Kalisongo telah menerima pembayaran dua kali atau termin. Pertama, sejumlah Rp 10 juta dan kedua juga senilai sama. 

Total uang pelicin yang diterima Kades Kalisongo adalah Rp 27,5 juta. Dari permintaannya kepada pihak pengembang perumahan sejumlah Rp 140 juta. 

"Selain uang tersebut, kita amankan juga beberapa dokumen dan ponsel terkait persoalan ini serta  tanda tangan bersangkutan," ujar Ujung yang juga mengatakan transaksi dilakukan secara langsung,  tanpa adanya sistem transfer.  

Kasus uang pelicin untuk mendirikan perumahan di lokasi Dau yang memiliki luas areal 2 hektar ini,  baru sekitar 5.000 meter yang diajukan. 

Kini,  Kades Kalisongo harus mendekam di jeruji besi Mapolres Malang dan dijerat Pasal 12 E subsider Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). 

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top