Polisi Gerebek Apartemen Tempat Prostitusi Gadis Belasan Tahun

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan saat menunjukkan barang bukti
Kapolrestabes Surabaya Kombespol Rudi Setiawan saat menunjukkan barang bukti

Satreskrim Polrestabes Surabaya mengungkap kasus perdagangan manusia. Dengan mengamankan empat orang pria dan dua orang perempuan di sebuah apartemen kawasan Jalan Manyar, Surabaya.

Mereka adalah Furqon (24), Irfan (19), Gugun (26), dan Arsyal (23). Keempatnya berasal dari Bandung, Jawa Barat. Sementara dua perempuan dengan inisial FQ (24) dan IR (19).

Komplotan ini digerebek di sebuah apartemen kawasan Jalan Manyar, Surabaya. Mereka menjajakan lima perempuan yang juga asal Bandung untuk melayani pria hidung belang di Surabaya.

Korban adalah RS (16), AN (17), MR (21), SB (19), dan NB (19). Sehingga dua diantaranya masih belum dewasa atau masih di bawah umur.

"Ungkap jaringan tindak pidana orang. Yang memprihatinkan di sini, dari beberapa korban ini masuk kategori anak-anak," ujar Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Rudi Setiawan saat rilis kasus, Rabu (14/2) malam.

Dia mengungkapkan, kronologi operasi jaringan diketahui komplotan pemuda membawa korbannya dari Bandung dan dijajakan di kawasan Surabaya, Kamis (1/2). "Mereka itu menyewa dan menginap tiga unit apartemen di daerah Manyar Surabaya," sebut Rudi.

"Apabila ada yang berminat maka dilanjutkan chatting dengan tersangka untuk tawar menawar tarif. Setelah sepakat, selanjutnya ditentukan tempat bertemu dan melakukan hubungan badan," lanjut Rudi.

Biasanya, kata Rudi, pria hidung belang sudah menentukan hotel untuk tempat berhubungan badan. Sehingga, tersangka meminta korban untuk berangkat ke hotel yang sudah disepakati. "Tapi bisa saja hubungan badan dilakukan di apartemen tempat mereka menginap," tegas Rudi.

Rudi menuturkan, mereka sudah bertransaksi sebanyak tiga kali selama di Surabaya.
Tersangka sudah mulai mendapat pesanan dari pria hidung belang sejak 3 Februari 2018.

Melalui akun sosial media, tersangka memposting foto syur tubuh korban yang kemudian disepakati tarif dan tempat eksekusi.

Tak tanggung-tanggung, tarif yang dipatok para tersangka tersebut berkisar Rp 1 juta sekali kencan. "Tersangka memperoleh 50 persen dari tarif yang disepakati," imbuh Rudi Setiawan.

Sementara itu, tersangka Furqon mengaku dirinya telah memperkerjakan perempuan korbannya tersebut melalui media sosial
"Dia (korban) nge-DM ke saya suruh nyari. Ditanya saya dia bilangnya 18 tahun ke atas," ujarnya sambil tertunduk.

Dari penangkapan tersebut, polisi menemukan kondom bekas pakai, lima kondom merek Durex, dua tube Vigel, dan delapan handphone.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Surabaya TIMES (JatimTimesNetwork)
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top