PU Bina Marga Peduli Jalan

Kadis PU Bina Marga: Kita Seperti Gasing, Terus Berputar

Kadis PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni saat berada di bengkel dinasnya bersama alat berat yang kini terus berputar memperbaiki berbagai kerusakan di puluhan titik dan wilayah di Kabupaten Malang. (Foto: Nana/ MalangTIMES)
Kadis PU Bina Marga Kabupaten Malang Romdhoni saat berada di bengkel dinasnya bersama alat berat yang kini terus berputar memperbaiki berbagai kerusakan di puluhan titik dan wilayah di Kabupaten Malang. (Foto: Nana/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Di tengah banyaknya jalan dan jembatan yang rusak dikarenakan intensitas  hujan yang tinggi, Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang pun sedang bersiap untuk melaksanakan berbagai program lainnya di tahun 2018.

Berbagai program pembangunan di wilayah selatan yaitu di jalur wisata pun kini sedang menanti. Selain perbaikan dan peningkatan kualitas jalan, jembatan, dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang juga memiliki tugas dalam Penerangan Jalan Umum (PJU). 

Beban tinggi inilah yang membuat seluruh karyawan Dinas PU Bina Marga terus menggenjot energi dan pemikirannya. "Kita tidak pernah berhenti, berputar terus. Seperti gasing, ya orangnya, ya alat beratnya," kata Romdhoni Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Kamis (15/02) kepada MalangTIMES. 

Romdhoni menyampaikan hal tersebut dikarenakan adanya berbagai berita miring atas peran dinasnya yang diasumsikan hanya berdiam diri dan tidak peka terhadap berbagai kerusakan jalan selama awal tahun 2018 ini. 

Romdhoni menyampaikan,  pihaknya setiap mendapat laporan kerusakan jalan atau jembatan,  langsung memberikan respon cepat. 

"Tapi tentunya kita tidak bisa secara langsung memperbaikinya. Kita harus survei teknis dulu sampai pada persiapan berbagai material dan alat beratnya. Makanya saya sampaikan, namanya alat berat kita terus berputar ke berbagai wilayah," terangnya. 

Petugas Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang sedang memperbaiki jalan (Nana)

Seperti diketahui sejak awal tahun 2018, jumlah jalan dan jembatan yang mengalami berbagai kerusakan ada sekitar 35 titik yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Malang. Sebaran kerusakan ini yang menjadi prioritas Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang dalam jangka waktu dekat ini. 

Hal ini kembali ditegaskan oleh Romdhoni kepada MalangTIMES, bahwa pihaknya memang sedang fokus dalam perbaikan-perbaikan di puluhan titik jalan dan jembatan yang rusak dikarenakan curah hujan tinggi.

"Kita fokuskan ke sana dulu. Ini juga berhubungan nantinya dengan program besar lainnya. Misalnya program jalan wisata dari APBN. Kita tentunya perlu melakukan perbaikan di jalur jalan yang nanti menjadi penghubung tersebut," ujarnya. 

Disinggung mengenai adanya anggapan tentang lambatnya penanganan jalan rusak,  orang nomor satu di Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang ini menyatakan, dirinya beserta seluruh petugas di lapangan telah bekerja secara  maksimal dengan kemampuan yang ada. 

"Tentunya kita juga memiliki kendala dan kelemahan. Misal peralatan maupun anggaran. Selain tentunya juga keterbatasan sumber daya manusia. Karenanya kita juga meminta dukungan masyarakat dalam persoalan ini," ucap mantan Kadis Cipta Karya Kabupaten Malang ini. 

Dukungan masyarakat sangatlah penting. Terutama dalam menjaga berbagai jalan agar bisa memiliki masa pakai lama. Dari catatan, jalan cepat rusak dikarenakan air hujan tidak bisa mengalir dan menggenangi jalanan. Pun, berbagai jalan dan jembatan rusak yang disebabkan longsor. 

Faktor-faktor tersebut, tanpa adanya kesadaran masyarakat untuk ikut serta menjaga lingkungan jalan, maka akan terus terulang kembali. Romdhoni mencontohkan, di beberapa wilayah aspal jalan tergerus dan akhirnya berlubang dikarenakan bahu jalan di atas jalan.

"Saat hujan turun, maka airnya masuk semua ke jalan. Drainase tidak berfungsi, akhirnya air menggenangi jalan setiap kali hujan," terangnya. 

Kondisi inilah yang kerap menjadi penyebab jalan di wilayah Kabupaten Malang rusak. Baik jalan dengan status kabupaten, provinsi maupun nasional. "Kita pernah menertibkan hal tersebut (pembangunan diareal bahu jalan lebih tinggi di atas jalan, red). Tapi yang lebih penting adalah menumbuhkan rasa kepemilikan bersama," pungkas Romdhoni. 

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top