Sepekan Lagi, Bunda PAUD Launching Bus Seruni

Inilah perwajahan bus Seruni untuk mengedukasi anak terhadap rambu-rambu lalu lintas jalan guna meminimalisasi kecelakaan di kalangan pelajar. (foto : Dishub Kab Malang for MalangTIMES)
Inilah perwajahan bus Seruni untuk mengedukasi anak terhadap rambu-rambu lalu lintas jalan guna meminimalisasi kecelakaan di kalangan pelajar. (foto : Dishub Kab Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sepekan lagi, tepatnya 21 Februari mendatang, Dinas Perhubungan Kabupaten Malang bakal me-launching program Sosialisasi Edukasi Rambu Lalu Lintas Usia Dini (Seruni) oleh Bunda PAUD Kabupaten Malang Hj Jajuk Rendra Kresna. Peluncuran program tersebut digelar di pendapa Kabupaten Malang di Kepanjen.

Program edukasi yang menggunakan media armada bus itu bertujuan memberikan edukasi kepada anak-anak, terutama  usia PAUD dan TK, agar  lebih mengenal rambu lalu lintas di jalan.

"Minggu depan ada dua bus Seruni yang akan diresmikan langsung Bunda PAUD (Jajuk Rendra Kresna) dan mengundang perwakilan 33 PAUD yang ada di Kabupaten Malang serta TK sekitar 300 orang," kata Kepala Dishub Kabupaten Malang Hafi Lutfi kepada MalangTIMES.

Untuk program bus Seruni ini, dishub bekerja sama dengan sekolah PAUD dan TK se-Kabupaten Malang. "Kami sudah mendatangi sekitar 7 PAUD yang sudah bisa melaksanakan program Seruni," ungkapnya.

 

Lutfi menjelaskan, maksud dan tujuan program Seruni ini adalah memberikan edukasi anak usia dini dan TK terkait pemahaman rambu-rambu lalu lintas di jalan. Sistem edukasinya,  anak PAUD dan TK diajak naik armada bus yang didesain dengan visual bertemakan dunia anak, terutama soal aturan lalu lintas.  "Kami berharap anak-anak mampu memahami rambu-rambu lalu lintas jalan dan bisa diterapkan di kemudian hari," kata Lutfi.

Selain sosialisasi rambu lalu lintas kepada anak, program ini bertujuan meminimalisasi kecelakaan lantaran kurangnya anak usia dini mengenal rambu lalu lintas di jalan. "Memang sasarannya adalah anak usia dini. Sebab, bagi  anak ]usia dini, masukan edukasi akan lebih mudah dipahami dan dicerna. Sehingga di usia remajanya nanti mereka mampu mengaplikasikannya," jelas kadishub.

Formulasi pembelajaran rambu lalu lintas ini sangat efektif bagi anak-anak, yaitu dengan sistem pembelajaran outdoor di dalam bus yang mampu menampung sekitar 30 anak setiap busnya. "Anak-anak nanti dibekali pemahaman rambu lalu lintas oleh pemandu dari petugas Dishub sembari melihat rambu lalu lintas di jalan," pungkasnya. (*)

 

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top