Hindari Pembekuan Unikama, Rektor dan Mahasiswa Berharap Sudahi Konflik Dualisme

Rektor Unikama Pieter Sahertian (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Rektor Unikama Pieter Sahertian (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Konflik Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP PT PGRI) yang menaungi Universitas Kanjuruan Malang (Unikama) sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda sampai pada akhir episode. Meskipun begitu, banyak pihak seperti mahasiswa dan Rektor Unikama Pieter Sahertian berharap kedua kubu di yayasan segera menyelesaikan masalah dualisme.

Pieter menjelaskan, jika tetap terdapat konflik, dampaknya bisa terjadi pembekuan atau penonaktifan dari Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) dan membuat Ijazah mahasiswa tidak sah. "Apakah itu konflik antara yayasan yang berdampak pada akademik atau konflik antara yayasan dan rektorat. Sekarang kalau dilihat kan konflik sudah masuk dalam yayasan dan rektorat. Dikhawatirkan bisa terjadi penonaktifan," ucapnya (14/2/2018).

Jika ada pembekuan dari Kopertis, nantinya pihak Unikama  tidak bisa lagi membuat laporan yang akan dikirim ke pihak Kopertis bahwa mahasiwa sudah lulus. Dari situ, meskipun sudah diwisuda dan berkas Ijazah keluar, satatus mahasioswa di Kopertis tetap masih belum lulus.

Karena itu pula, mahasiswa menginginkan suatu jalan damai dan jalan tengah mempertemukan kedua belah pihak dengan harapan ada sebuah solusi yang bisa mengakhiri konflik. Apalagi, jalannya perkuliahan kini membuat mahasiswa merasa resah.

"Mahasiswa kemarin siang sekitar jam 15.00 IB menemui Pak Christea (Frisdiantara). Tadi pukul 10.00  mendatangi Pak Soeja'i. Tujuan mereka sama, ingin memediasi supaya terjadi pertemuan kedua belah pihak. Tapi saya nggak tahu respons kedua belah pihak, apakah mau ketemu atau tidak," ungkap Pieter.

Mahasiswa menginginkan agar permasalahan itu diselesaikan agar tidak menganggu aktivitas akademis. Pasalnya,  Minggu depan aktivitas akademis sudah dimulai.

"Kalau kemudian suasananya masih tegang terus, itu ditakutkan akan mengundang respons Kopertis yang justru merugikan kampus. Kami dan jajaran menghindar dari langkah-langkah yang bisa diambil Kopertis yang bisa merugikan kampus," pungkasnya.  (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top