Bagaimana Potensi Kekerasan Pelajar di Kabupaten Malang? Ini Jawaban Kepala Dinas Pendidikan

Kekerasan di kalangan pelajar telah membuat dunia pendidikan tercoreng. Di Kabupaten Malang, kondisi tersebut potensinya sangat kecil. (Istimewa)
Kekerasan di kalangan pelajar telah membuat dunia pendidikan tercoreng. Di Kabupaten Malang, kondisi tersebut potensinya sangat kecil. (Istimewa)

MALANGTIMES - Beberapa waktu lalu dunia pendidikan digegerkan dengan mencuatkan tragedi kekerasan, dimana seorang murid menghajar gurunya sampai meninggal. Bagaimana potensi kekerasan tersebut di Kabupaten Malang?

Ternyata menurut M Hidayat Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Malang, potensi kekerasan di dunia pendidikan di Kabupaten Malang relatif kecil. Hal ini dikarenakan, dunia pendidikan di Kabupaten Malang sangat dekat dan kental dengan sisi spiritual-keagamaan. 

"Jadi saya pikir, tragedi kemanusiaan di dunia pendidikan yang kerap terjadi, potensinya sangat- sangat kecil di sini," kata M Hidayat Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik)  Kabupaten Malang, Rabu (14/02). 

Keberadaan berbagai pondok pesantren sampai berbagai madrasah di perdesaan, secara langsung juga membentuk perilaku para pelajar. Pendidikan karakter yang sempat ramai dibicarakan,  sebenarnya telah lama berakar di bumi arema ini. 

Tetapi potensi terjadinya kekerasan yang sangat kecil sekalipun, tetap perlu terus diwaspadai. Hal ini sangat disadari oleh Dayat, sapaan Kepala Disdik Kabupaten Malang. Karenanya, pihak Disdik terus melakukan berbagai pendekatan dan pola secara kontinyu. Baik yang dilakukan kepada para pelajar maupun guru yang ada di berbagai sekolah. 

Di tataran pelajar, pola preventif dalam mencegah berbagai tindak kenakalan dari berbagai paparan negatif. Baik dari lingkungan,  teman sebaya maupun teknologi, terus dilakukan. 

M Hidayat Kadisdik Kabupaten Malang menyatakan,  tindakan kekerasan pelajar terbilang tidak ada di wilayahnya. Dikarenakan kuatnya pengaruh keagamaan.  (Nana)

"Misal razia melekat terhadap penggunaan smartphone yang kerap menjadi benih tindakan kekerasan. Kami bekerjasama dengan kepolisian, muspika, kejaksaan," ujar Dayat. 

Kerjasama ini dalam rangka mensinergikan berbagai kekuatan yang ada dalam membendung benih-benih yang bisa membuat pelajar terperosok dalam perbuatan atau tindakan kenakalan remaja atau bahkan kejahatan. 

Jadi, lanjut Dayat, sambang sekolah telah rutin dilaksanakan di berbagai sekolahan yang ada di Kabupaten Malang. 

Di tingkat guru, Disdik Kabupaten Malang juga terus melakukan peningkatan kemampuan bagi para pengajar tersebut. Baik dari sisi keilmuan maupun dalam kemampuan menjadi seorang pendidik.  "Guru tidak  hanya dituntut pintar mentransfer ilmu pengetahuan saja. Tapi, juga wajib memberikan penguatan karakter pada muridnya," imbuh mantan Wartawan Lokal Malang ini. 

Inti penguatan karakter dalam dunia pendidikan bagi pelajar, tegas Dayat, terletak pada sentuhan-sentuhan keagamaan. "Hal ini menjadi sangat penting. Alhamdulillah di sini kehidupan keagamaan berjalan bagus," pungkasnya. 

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top