Dua Alasan Pemberhentian Rektor Unikama Versi Ketua Yayasan

PJS Rektor Unikama yang baru diangkat Prof Tauhid Nur (paling kiri) dan Ketua PPLP PT PGRI Christea Frisdiantara(dua dari kiri)(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
PJS Rektor Unikama yang baru diangkat Prof Tauhid Nur (paling kiri) dan Ketua PPLP PT PGRI Christea Frisdiantara(dua dari kiri)(Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Polemik pergantian Ketua Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP PT PGRI) berbuntut panjang setelah ada pergantian rektor. 

Christea Frisdiantara, Ketua PPLP PT PGRI (Yayasan yang menaungi Universitas Kanjuruhan, red) saat ini mengungkapkan bahwa pemberhentian Pieter Sahertian sebagai Rektor Universitas Kanjuruhan (Unikama) didasari aksi pembangkangan yang dilakukannya dengan tidak mengizinkan atau menghambat mahasiswa melakukan pembayaran pada rekening baru di Bank BRI.

"Sebenarnya tak ada niatan mengganti rektor. Sejak menerima SK Kementrian Hukum dan Ham (Kemnkumham) memang rektorat mengakui  kita yang sah. Tapi belakangan malah tak mematuhi perintah kita. Justru melarang mahasiswa untuk membayar ke rekening baru yang kita buat," jelasnya kepada MalangTIMES, Selasa (13/2/2018).

"Sudah dipanggil berkali-kali untuk diskusi. Teman-teman pengurus juga sudah ketemu tapi tetap tidak dipatuhi," imbuhnya.

Pembuatan rekening baru untuk pembayaran biaya kuliah bagi mahasiswa, lanjutnya, karena rekening BNI dan CIMB Niaga yang seharusnya diserahkan kepada pengurus baru masih dipegang pengurus lama. 

"Karena rekening tak bisa diminta akhirnya saya minta kedua rekening itu diblokir. Nggak boleh ditarik oleh mereka karena mereka bukan pengurus yang sah. Dasar Kemenkumham itu yang saya buat untuk memblokir," jelasnya ketika ditemui di Universitas Kanjuruhan (Unikama) Malang.

Pembangkangan yang kedua, lanjutnya, terkait permasalahan pakta integritas yang wajar ketika ada pergantian kepengurusan. Hal tersebut sama seperti yang dilakukan periode sebelumnya sebagai syarat meminta komitmen kepada PPLP PT PGRI.

"Namun ada sebagian yang terprovokasi. Hanya 100-an orang yang menandatangani. Padahal dosen dan karyawan kita ada sekitar 300-an orang. Meskipun akhirnya juga ada yang datang sembunyi-sembunyi. Tapi kan ini nggak sehat karena ada provokasi agar mereka tidak menandatangani pakta integritas ini," papar Christea.

Atas dasar itu, rapat akhirnya mengambil keputusan memberhentikan Pieter Sahertian sebagai Rektor Unikama per 12 Februari 2018.

"Kalau dibiarkan situasinya semakin nggak bagus. Maka kita ambil keputusan tersebut. Tapi Rektor sepertinya nggak terima. Namun yang jelas kita tetap jalankan pemberhentian itu dan mengangkat pejabat sementara penganti rektor," jelasnya.

Hari ini merupakan hari kedua Prof Tahuid Nur menduduki jabatan pejabat sementara (Pjs) penganti rektor setelah Pieter Sahertian resmi diberhentikan kemarin.

Meskipun begitu, Tauhid masih belum bisa menempati ruangan rektor karena Pieter Sahertian belum menerima pemberhentian dirinya sebagai rektor.

Dikonfirmasi terpisah, Pieter Sahertian mengungkapkan penggantian dirinya sebagai rektor tidak sesuai dengan prosedur yang semestinya. 

"Ada pertimbangan dari senat. Jadi semua belum terpenuhi tapi Pak Christea sudah melakukan penggantian rektor. Saya pikir itu tidak benar. Saya akan tetap berada pada posisi saya dan tidak pernah menganggap ada pergantian," pungkasnya.

Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top