Cegah Penyebaran Virus Difteri, Pemkot Batu Suntik 55.769 Pelajar

Puskemas Sisir memberikan ORI kepada siswa MI Miftakhul Ulum, Kelurahan sisir, Selasa (13/2/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Puskemas Sisir memberikan ORI kepada siswa MI Miftakhul Ulum, Kelurahan sisir, Selasa (13/2/2018). (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

MALANGTIMES - Pencegahan kasus difteri digalakkan oleh Pemkot Batu. Itu menyusul ditetapkannya kejadian luar biasa (KLB) terkait kasus penyakit difteri pada akhir bulan Januari lalu. Untuk mencegah hal tersebut, sebanyak 55.769 pelajar mendapatkan outbreak response immunization (ORI) atau vaksin difteri serentak selama bulan Februari ini.

Seperti halnya di MI Miftahul Ulum pada Selasa (13/2/2018) para pelajar mendapatkan penanganan ORI dari Puskesmas Sisir. Banyak dari mereka saat diberikan suntikan vaksin difteri dan tetanus itu ketakutan.

Ada juga dari mereka yang menangis terlebih sebelum disuntik. Sebagian di antara mereka pun sampai dipaksa untuk mendapatkan suntikan. Lalu ada juga yang sampai bersembunyi bawah kolong meja untuk menghindari suntikan. 

Meskipun demikian seluruh pelajar itu akhirnya mendapatkan penanganan ORI. Sedangkan untuk puskesmas Sisir ini memiliki target ORI kepada 21.118 anak. 

“Jadi kami sudah punya target, untuk wilayah puskesmas Sisir sendiri ada 21.118 anak yang harus diberika ORI hingga akhir Februari mendatang,” ungkap Nova Arisma Rahmawati, dokter umum Puskesmas Sisir.

Ya pada bulan Februari ini memang dilaksanakan imunisasi secara serentak di Kota Batu. Selain bulan Februari Imunisasi digelar pada Juli, dan November 2018.

Kepala Dinas Kesehatan Batu Drg Kartika Trisulandari menjelaskan, saat ada yang positif terjangkit difteri, pihaknya langsung memberikan outbreak response immunization (ORI). ORI ini merupakan upaya untuk mencegah penularan difteri mengingat penyebarannya melalui udara dan kontak langsung dengan penderita.

“Apalagi sebelumnya sudah ada satu yang terjangkit. Sehingga harus segera melakukan ORI. Sasaran ORI ini untuk usia 1-19 tahun,” ungkap Kartika. 

Dengan diberikannya ORI ini dengan harapan penyakit menular ini tidak lagi terjangkit di Kota Batu. Terlebih pada tahun 2017 penderita mengalami kenaikan .

Diketahui sepanjang tahun 2017 tercatat ada sekitar 14 orang menunjukkan gejala difteri di Kota Batu. Dari 14 orang itu, satu di antaranya positif terjangkit virus difteri.

JIka dibandingkan dengan 2016, ada peningkatan jumlah penderita difteri di Kota Batu.  Sebab, tahun lalu, dari data Dinas Kesehatan Kota Batu, hanya ada tiga  orang yang menunjukkan gejala diserang virus difteri. Dari tiga itu, yang positif terjangkit difteri ada satu orang.

"Kalau tahun 2015, yang terkena difteri ada 6 orang dan yang positif tidak ada," jelasnya. 

Ia pun berharap perlu adanya peran aktif dari orang tua agar mendorong anak-anaknya untuk mengikuti imunisasi.

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top