Dualisme Kepengurusan Unikama, Mahasiswa sampai Tak Tahu ke Mana Harus Transfer Uang Registrasi

Para mahasiswa saat berkumpul di kampus menuntut kejelasan kepengurusan. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Para mahasiswa saat berkumpul di kampus menuntut kejelasan kepengurusan. (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Semakin memanasnya konflik dualisme kepengurusan Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan Perguruan Tinggi Persatuan Guru Republik Indonesia (PPLP PT PGRI) Malang yang menaungi Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) membuat para mahasiswa cemas. 

 

Mahasiswa takut jika konflik antara pihak Christea Frisdiantara dengan pihak Soeja'i itu terus terjadi, bisa mengganggu aktivitas perkuliahan. Mahasiswa juga mengkhawatirkan status legalitas kampus dan keabsahaan ijazah para mahasiswa. 

Selain itu, akibat konflik dualisme kepengurusan tersebut yayasan itu, para mahasiswa kebingungan dalam melakukan registrasi atau daftar ulang. Terlebih lagi dengan diperpanjangnya libur selama satu minggu membuat para mahasiswa kian khawatir nasibnya tak jelas.

Para mahasiswa bingung ke mana mereka harus mentransfer uang registrasi, apakah ke BNI, BRI atau CIMB Niaga. Pasalnya, belum ada kejelasan pasti terkait hal tersebut. 

"Kami butuh kejelasan, mau ke rekening mana kami membayar. Kami juga takut kalau sudah membayar jutaan, uang kami hilang. Registrasi sendiri sudah mau berakhir tanggal 15 (Februari)," ujar Rasyid Hasibuan, salah satu mahasiswa Unikama (12/2/2018).

Maka dari itu, ia mendesak kepada pihak yang berwenang untuk segera menyelesaikan permasalahan dualisme yang membuat keresahan kalangan mahasiswa. "Sampai sekarang bingung sekali, mau registrasi ke mana," ucapnya.

Sementara itu, pagi sampai siang tadi, para mahasiswa melakukan demo. Mereka menuntut agar ada kejelasan dalam kepengurusan PPLP PT PGRI. 

Demo sendiri sempat diwarnai ketegangan karena ada dosen yang sempat berkata, "Jangan mau dibayar." Perkataan tersebut sontak membuat mahasiswa emosional. Mereka menyangkal telah dibayar oleh salah satu kubu. Aksi mereka lakukan murni karena resah terkait dualisme kepengurusan yayasan. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Alfin Fauzan

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top