PU Bina Marga Peduli Jalan

35 Titik Jalan dan Jembatan Longsor Digerus Hujan, Sekitar 9 Miliar Anggaran Terserap untuk Perbaikan

Perbaikan jalan Sumbernanas, Gedangan yang ambles sedalam 1,5 m sepanjang 50 m oleh petugas Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Rabu (07/02) (Bina Marga for MalangTIMES)
Perbaikan jalan Sumbernanas, Gedangan yang ambles sedalam 1,5 m sepanjang 50 m oleh petugas Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Rabu (07/02) (Bina Marga for MalangTIMES)

MALANGTIMES – Petugas dari PU Bina Marga Kabupaten Malang terus bekerja dalam memperbaiki berbagai jalan dan jembatan yang rusak dikarenakan curah hujan ekstrim sepanjang tahun 2017 sampai saat ini.

Alat berat Dinas PU Bina Marga pun tidak pernah berhenti berkeliling dari satu wilayah ke wilayah lain di Kabupaten Malang. Tercatat, semenjak musim hujan sampai akhir tahun 2017, terdapat 35 titik kerusakan yang terdata oleh Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang.

Kerusakan tersebut tersebar di berbagai wilayah selatan, barat, timur dan utara. Luasnya cakupan wilayah serta tingkat kerusakan yang terbilang serius di berbagai titik tersebut, membuat dinas di bawah kepemimpinan Romdhoni ini harus berhitung cermat dalam prioritas penanggulangannya.

“Dari total titik kerusakan, perkiraan anggaran bisa terserap sebanyak 9 miliar rupiah untuk perbaikan. Ini tentunya perlu kami analisis dalam penanganannya. Mana yang kita prioritaskan dulu. Ini juga berhubungan dengan persoalan teknis dalam penanganannya,” kata Romdhoni Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Rabu (07/02).

Kerahkan pasukan,  PU Bina Marga Kabupaten Malang perbaiki jalan Sumbernanas,  Gedangan

Dengan konsep tersebut, setiap laporan warga atas kejadian rusaknya jalan maupun jembatan, pihak Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang akan melakukan survei lokasi terlebih dahulu. Hal ini dalam upaya melihat akar persoalan kerusakan sarana prasarana umum tersebut. Serta untuk menjadi dasar pengambilan keputusan dalam proses penanganannya.

Romdhoni mengatakan, pihaknya selalu merespon keluhan warga atas fasilitas umum yang menjadi leading sectornya. “Tapi tentunya ada proses dalam upaya perbaikannya. Kita tidak ingin sekedar membangun dan selesai. Karena ini berhubungan dengan aspek teknis bangunan. Selain itu tentunya faktor kemampuan anggaran menjadi bagian dalam perhitungan tersebut,” ungkapnya kepada MalangTIMES.

Perbaikan di Bendosari,  Pujon.

Skala prioritas pun dipergunakan dalam merespon kondisi tersebut. Misalnya dengan penanganan amblesnya jalan Sumbernanas, Kecamatan Gedangan, yang diakibatkan longsor. Kejadian tersebut mengakibatkan akses transportasi warga Segaran-Gedangan terganggu.

Jalan yang ambles sepanjang 50 meter dengan kedalaman 1,5 meter  tersebut diperparah dengan kondisi tanahnya yang gerak. Akses jalan alternative pun tidak ada, sehingga proses pembangunannya menjadi prioritas.

“Karenanya setelah disurvei, kita langsung bergerak untuk melakukan perbaikan di jalan tersebut. Selain itu kita juga hari ini melakukan saput lubang di ruas jalan Banjararum-Lang lang,” terang romdhoni.

Untuk perbaikan jembatan, pihak Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang juga menurunkan alat beratnya di Bendosari, Pujon. Serta perbaikan di jembatan yang ada di Karangploso yang mengalami longsor.

Sedangkan titik lain kerusakan jalan dan jembatan, romdhoni menyampaikan, akan terus dievaluasi terlebih dahulu tingkat kerusakan dan kesulitannya. Sehingga nantinya saat alat berat dan petugas turun ke lapangan dalam perbaikan bisa langsung secara cepat dituntaskan.

“Alat berat kita terus berkeliling mas. Longsor karena curah hujan terus terjadi dari berbagai laporan warga. Karenanya kita bertindak dengan cermat dalam upaya perbaikan tersebut,” pungkas Romdhoni. 

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top