Nikmatnya Rujak Cingur, Kalian Bisa Nikmati di Warung-Warung Ini di Malang

Rujak Kelenteng yang khas disajikan dengan daun pisang.  (Foto: Dok MALANGTIMES)
Rujak Kelenteng yang khas disajikan dengan daun pisang. (Foto: Dok MALANGTIMES)

MALANGTIMES - Rujak cingur merupakan kuliner khas Jawa Timur yang bisa diterima semua lidah orang Indonesia. Sebab, rasa petis yang digunakan sebagai bahan dasar pembuatan rujak cingur diolah dari ikan dan udang laut yang berasal dari perairan Indonesia. Rasanya pun Nusantara banget. 

Di Kota Malang ada beberapa tempat yang menyediakan rujak cingur dan menja di favorit sejak puluhan tahun. Di tempat-tempat ini biasanya banyak pejabat dan tokoh publik yang kerap mampir. Jika pun bukan pejabat yang mampir, di tempat-tempat inilah warga Malang biasa memborong rujak cingur. Di mana saja? 

1. Warung Rujak Cingur Bude Ruk (Tahun 1960 – Sekarang)

Rujak Cingur Bu Dhe Ruk

Bisa dikatakan inilah warung rujak cingur tertua yang masih ada di Kepanjen. Namanya Warung Rujak Bude Ruk. Di papan namanya tertulis sejak tahun 1960, tapi menurut beberapa orang, warung rujak Bude Ruk ini sudah ada sejak tahun 1950-an.

Warung rujak ini berada di Jalan Suruji 17. Tepatnya di gang 1, gang sempit yang menghubungkan Jalan Suruji dengan Jalan Sultan Agung, tepatnya di sebelah Toko Jawa. Saking terkenalnya Warung Rujak Bude Ruk, sampai-sampai gang sempit ini pun diberi nama Gang Rujak.


2. Rujak Cingur Mentawai

Depot Rujak Cingur Mentawai

Rujak Cingur Mentawai sudah ada sejak 1969 hal ini tentu linier dengan pramusaji yang juga sudah berusia senja di tempat ini. Dengan telaten, penjualnya memotong tahu, tempe, buah dan tak lupa mengiris cingurnya dan meletekkan diatas meja yang beralaskan daun pisang. Sementara ada satu orang yang bertugas membuat bumbunya. Di tempat makan ini, order di catat pada secarik kertas kecil dan penjualnya meracik rujak berdasarkan pesanan tersebut.

Untuk jenis bumbunya bisa di pesan sesuai selera kita. Bisa pedas sekali atau tanpa cabe bahkan ada jenis bumbu yang baru pertama kali ini aku dengar, yaitu kagok. Ya, kagok adalah sebutan untuk bumbu yang manis dan kecut, jadi ditambahkan asam dan gula sehingga rasanya agak berbeda dengan bumbu biasanya. Untuk urusan harga, ditembok depot ini sudah ada tulisan besar. Rujak cingurnya dipatok harga 20 ribu rupiah.

3. Rujak Cingur Sumba Pojok

Rujak Cingur Sumba Pojok

Warung Rujak Cingur Sumba Pojok ini terletak di Jalan Sumba, Kelurahan Kasin, Kecamatan Klojen. Tepatnya, warung sederhana ini berada di depan Rumah Sakit Katholik Panti Waluya atau yang lebih kondang dengan sebutan RKZ. Warung yang terbilang cukup sederhana ini pemiliknya memang telah menjual rujak cingur selama kurang lebih 50 tahunan. Menariknya, kenikamatan rasanya dari dahulu tak berubah.

Racikan yang ditawarkan Warung Rujak Cingur Sumba Pojok yang ditawarkan sebenarnya tidak jauh berbeda dengan rujak cingur di tempat lain. Seporsi berisi tauge, sayur kangkung, tahu, tempe, dan mentimun. Komposisi itu dicampur dan diulek bersama dengan bumbu kacang, garam, cabe, dan tentu saja petis udang, dan petis asin asli Madura.

Yang membuat warung rujak cingur ini jadi istimewa adalah irisan cingurnya. Dijamin, bumbu petis lebih meresap ke dalamnya. Potongan cingurnya terasa empuk ketika digigit. Spesialnya lagi, irisannya lebih banyak ketimbang rujak cingur lainnya. Harga yang ditawarkan Warung Rujak Cingur Sumba Pojok ini tak terlalu mahal. Harga per porsinya hanya 15 ribu rupiah.

4. Rujak Cingur Kelenteng

Rujak Kelenteng yang khas disajikan dengan daun pisang.  (Foto: Dok MALANGTIMES)

Meski namanya rujak kelenteng, sejarah mencatat kuliner legendaris ini beredar untuk kali pertama pada tahun 1970-an di kawasan Pecinan Kota Malang. Penjual pertama bernama Ibu Asmani. Dari tangannyalah racikan rujak cingur istimewa itu terlahir.

Menginjak tahun 80-an barulah Bu Asmani menempati kantin Kelenteng Eng An Kiong. Tepatnya di kantin dekat parkiran dalam area kelenteng. Rujak Kelenteng begitu melegenda karena menggunakan berbagai macam petis. Yang kerap digunakan adalah petis udang,  petis ikan dan petis Madura.  Harga yang dibanderol per porsinya Rp 20 ribu saja. Harga di sini cukup wort it dengan rasanya.

5. Rujak Mbeji

Rujak cingur Mbeji

Tempat makan rujak cingur paling enak di Malang selanjutnya adalah sebuah warung yang terkenal dengan nama Rujak Mbeji. Tentu saja Rujak Mbeji ini mempunyai nama tersendiri bagi para pencinta rujak cingur di Malang karena ada hal unik di dalamnya yakni bumbu kacang bercampur petis yang kental banget.

Hal menarik lainnya yang ada di Rujak Mbeji ini yakni ternyata di dalamnya terdapat kolam pemancingan lho dan nantinya ikan hasil pancingan teman-teman bisa di bakar di sana. Buat teman-teman yang pengen datang ke Rujak Mbeji, bisa langsung ke Jalan Ruko Raya Mbeji Timur No.141, Beji, Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur.

6. Rujak Trubus Malang

Rujak Cingur Trubus

Tempat makan rujak cingur paling enak di Malang yang berikutnya adalah Rujak Trubus Malang yang pastinya merupakan salah satu warung rujak cingur di Malang yang populer. Bumbu rujak di Rujak Trubus Malang ini pastinya cocok banget di lidah para pelanggannya.

Hal menarik yang membuat Rujak Trubus Malang ini di buru para pencinta rujak cingur di Malang adalah karena irisan cingurnya terkenal tebal-tebal, jadi cingurnya itu nggak nanggung-nanggung teman-teman. Harganya pun tergolong murah banget untuk ukuran rujak cingur yang mantap.

Hanya dengan mengeluarkan uang Rp 6.500 saja teman-teman sudah bisa mendapatkan 1 porsi Rujak Trubus Malang. Buat teman-teman yang penasaran pengen menikmati sajian menu Rujak Trubus Malang ini bisa datang ke Jalan Sukoraharjo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang (Utara SMP Negeri 3 Kepanjen).

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top