Menyimak e-Musrenbang Kota Malang (3)

Di Kampung Sinau Budaya Rampal Celaket, Barenlitbang Kota Malang Wanti-Wanti Hal Ini

Kegiatan Musrenbang Kelurahan Rampal Celaket yang berfokus pada pengembangan Kampung Sinau Budaya. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)
Kegiatan Musrenbang Kelurahan Rampal Celaket yang berfokus pada pengembangan Kampung Sinau Budaya. (Foto: Nurlayla Ratri/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pengembangan kampung-kampung tematik masih terus menjadi fokus Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.

Termasuk dengan menampung usulan-usulan masyarakat untuk mengembangkan keunggulan lingkungan masing-masing dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang).

Seperti di Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen. Wilayah yang cukup dikenal sebagai sentra batik itu beberapa tahun terakhir tengah melakukan branding sebagai Kampung Sinau Budaya.

"Untuk 2019 mendatang, kami masih fokus pengembangan kampung tematik. Ada beberapa usulan warga yang menjadi prioritas," ujar Lurah Rampal Celaket Sabardi. 

Usulan tersebut misalnya terkait anggaran khusus bagi pelatihan seni budaya bagi warga setempat.

"Kan untuk melatih tari dan kesenian anak-anak dan pemuda kami mendatangkan instruktur khusus. Pembiayaannya kami usulkan di Musrebang," terangnya.

Selain itu, warga juga berharap ada peningkatan kapasitas bangunan gedung seni budaya di wilayah itu. "Tahun lalu sudah dapat anggaran untuk membangun panggung, kami usulkan juga untuk tempat penontonnya," sebutnya. 

Kegiatan Musrenbang Kelurahan tersebut, lanjut Sabardi, pihaknya telah mengundang seluruh elemen masyarakat. Mulai dari LPMK, Babinsa, Babinkamtibmas, PAUD, PKK, dan seluruh Ketua RT/RW.

"Kami juga ajak pemuda karang taruna, pemuka masyarakat dan lain-lain. Mereka tentu sudah membawa rencana yang akan diusulkan. Kami juga sudah sosialisasi dalam pra musrenbang di tingkat RW," jelasnya.

Untuk giat-giat yang disusun, lanjut Sabardi, misalnya ada usulan perbaikan gorong-gorong yang ada di Jalan Kaliurang selatan. Juga plengsemgan antara RW 3 dengan Kelurahan Bunulrejo. Warga juga menyerahkan data rumah tak layak huni (rutilahu) untuk dimintakan bantuan pembangunan.

"Ada juga beberapa titik drainase untuk penanggulangan banjir. Warga RW 6 sudah lama tidak punya balai RW, itu juga diusulkan," terangnya. 

"Ke depan tentu kami menunggu apakah disetujui di tingkat kota atau tidak. Semuanya kami tampung, kami masukkan ke sistem perencanaan. Apa yang diusulkan itu bisa juga dipantau organisasi perangkat daerah (OPD) terkait,"  paparnya.

Sementara itu, pelaksanaan Musrenbang Kelurahan Rampal Celaket tak lepas dari pengawasan Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Barenlitbang) Kota Malang sebagai leading sektor.

"Memang selama ini tidak semua usulan warga dapat dipenuhi. Ada beberapa faktor penentu," ujar staf Subid Pelaporan Barenlitbang Kota Malang Mirza sebagai pendamping. 

Faktor tersebut misalnya, kesesuaian usulan dengan kewenangan penanganan pemerintah.

"Masyarakat musti memperhatikan, apakah objek yang diusulkan itu wewenang pemerintah kota, provinsi atau pemerintah pusat," terang Mirza. 

Dia mencontohkan, pada usulan program tahun sebelumnya ada beberapa usulan yang tidak diterima karena 'salah jurusan'.

"Contoh tahun lalu ada yang mengajukan pembuatan wisata rafting di Kali Metro, tapi ditolak karena bukan wewenang kota dan provinsi, melainkan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Ada juga kelurahan yang mengajukan perbaikan di Jalan Soekarno-Hatta, padahal itu milik kewenangan provinsi," terangnya. 

Menurut Mirza, sejak awal pengajuan usul tersebut harus tepat sasaran. Sebab nantinya setelah data masuk ke sistem, sudah tidak bisa lagi diubah. "Kalau berubah, nanti yang salah Barenlitbang," paparnya. 

Lalu bagaimana peran kebersamaan masyarakat dalam merembug usulan-usulan yang diprioritaskan?

Simak tulisan selanjutnya dalam seri laporan khusus MalangTIMES yang mengawal pelaksanaan Musrenbang Kota Malang 2018 ini. 

Editor : Heryanto
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top