Latih Kosentrasi, Pelajar SDN Ngaglik 01 Batu Ini Diajak Buat Papercraft

Para pelajar kelas III sedang berproses membuat papercraft di ruang kelasnya SDN Ngaglik 01 Batu. (Foto: SDN Ngaglik 01 Batu for BatuTIMES)
Para pelajar kelas III sedang berproses membuat papercraft di ruang kelasnya SDN Ngaglik 01 Batu. (Foto: SDN Ngaglik 01 Batu for BatuTIMES)

Guru di SDN Ngaglik 01 Batu ini punya cara tersendiri agar pelajarnya bisa mengembangkan ketelatenan, konsentrasi dan melatih kerjasama. Ya caranya lewat ekstra kulikulet seni membuat papercraft. 

Papercraft adalah seni membuat sebuah objek dari bahan dasar kertas, dengan cara menggunting, melipat dan menempel pola yang telah disiapkan. Seperti yang dibuat para pelajar ini adalah baling-baling. 

Bagi para pelajar kelas III itu tidak mudah untuk membuat papercraft. Dalam proses tersebut hal yang sering dikeluhkan adalah menempel, dan menggunting. Bahkan dari mereka karena terlalu sulit ada juga yang menangis.

Celotehan meminta tolong sering kali terlontar dari para pelajar. ‘Bu ini caranya bagaimana?’ Hingga membuat suasana kelas gaduh. 

“Memang gak mudah bisa membuat papercarft gurunya pun yang membimbing harus ekstra sabar. Karena mereka ada yang sampai nangis. Mereka kesusahan saat menempel dan mengguntingnya,” ungkap Helminah Mauludiyah, guru pembimbing papercraft SDN Ngaglik 01 Batu.

Menurut Helmina disesktrakulikuler kali ini membuat baling-baling bukan tanpa alasan. Tapi Sebagai contoh pemanfaatan energi alternatif. Apalagi saat ini cuaca di Kota Batu berangin. 

“Jadi kita buat papercraft ini iuga dibuat bertema. Jadi saling berkaitan,” ujarnya.

Karya yang dibuat dengan menggunakan HVS ketebalan 70 – 100 GSM beragam seperti tokoh COC, Panda, Hamster, Baling-Baling, Burung Parkit, Ikan Badut dan berbagai karya lainnya.

Ia menjelaskan bahwa seni papercraft itu salah satu cara untuk mengurangi intensitas anak menggunakan gawai. Atau kecanduan anak bermain permainan pada gawai. Sekaligus melatih ketelatenan, konsentrasi dan kerjasama dengan temannya. 

“Ya karena buat papercraft ini membutuhkan kesabaran, konsentrasi dan kerjasama. Kalau gak saling kerjasama ya gak bisa menjadi bentuk yang diinginkan,” ucap Helmina.

Selain itu, hasil karya papercraft ini bisa juga dipergunakan untuk alat peraga permainan teater atau belajar matematika. “Karena ini bentuknya tiga dimensi, jadi seperti bentuk kubus dan balok yang sering dipergunakan belajar matematika,” tutupnya.

Sementara itu, Hasyim Regan Rahmadi Yusuf Siswa kelas III mengatakan sangat menyukai seni papercraft ini. Karena merasa tertantang untuk menggunting bentuk, menempel dan menggunting.

“Susah-susah gampanga buatnya. Apalagi buatnya bersama teman-teman. Semakin semangat dan lebih mudah,” kata Hasyim.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Zaldi Deo

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top