Ini Dia Lima Rumah Sakit Jiwa Tertua di Indonesia, Di Lawang Tertua Keberapa?

(Sumber: Google Image)
(Sumber: Google Image)

MALANGTIMES - Rumah sakit jiwa sudah ada sejak tahun 1800 an di Indonesia. Dasar pendirian Rumah Sakit Jiwa di Indonesia adalah keputusan Kerajaan (Koninklijk besluit) tanggal 30 Desember 1865 No. 100. Berdasarkan keputusan Gubernur Jenderal (Gouverneur Generaal) tgl 14 Mei 1867 dibangun Rumah Sakit Jiwa (doorgangshuizen), 

MALANGTIMES mencoba mengurutkan lima rumah sakit tertua di Indonesia. Dan rupanya rumah sakit jiwa yang ada di Lawang termasuk ke dalamnya. Ini dia rumah sakit jiwa tersebut. 

1. RS. Marzoeki Mahdi, Bogor

RS. Marzoeki Mahdi (Sumber: Google Images)

Rumah Sakit Marzoeki Mahdi yang dulunya dikenal sebagai Rumah Sakit Jiwa Pusat Bogor ini merupakan rumah sakit yang pertama didirikan oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tanggal 1 Juli 1882.

Tanggal 1 Juli 1882 diresmikanlah RSJ Pusat Bogor dengan nama asli Krankzinnigengestich te Beuitenzorg oleh Direktur P & K (Ex Onderwijs Van Eeredienst En Nijverheid). Di awal pembangunannya rumah sakit jiwa ini memiliki 400 tempat tidur.

Pada kurun 1942 -1945 RSJ Pusat Bogor digunakan sebagai penampungan tentara Jepang dan sebagian lain untuk tempat karantina penyakit menular.

bersamaan dengan momen peringatan 120 tahun RSJP Bogor pada tanggal 1 Juli 2002 RSJP Bogor diresmikan menjadi Rumah Sakit Dr.H.Marzoeki Mahdi. Sedangkan Surat Keputusan Resmi (SK)-nya sendiri baru terbit pada tanggal 28 Juli 2002.

2. RSJ Dr. Radjiman Wediodinigrat, Lawang

RSJ Dr. Radjiman Wediodinigrat (Sumber: Google Images)

Rumah Sakit Jiwa Lawang dibuka secara resmi pada tanggal 23 Juni 1902. Pengerjaan mendirikan rumah sakit ini dimulai tahun 1884 berdasarkan Surat Keputusan Kerajaan Belanda tertanggal 20 Desember 1865 No.100.

Sebelum Rumah Sakit Jiwa Lawang dibuka, perawatan pasien mental diserahkan kepada Dinas kesehatan Tentara (Militaire Gezondheids Dienst).

Dalam perkembangannya pelayanan kesehatan di RSJ ini tidak hanya menangani gangguan mental, tetapi juga melayani kasus umum sederhana, kasus narkoba, pemeriksaan psikologi, gigi, laboratorium, radiologi, dan lain-lain.

pada peringatan satu Abad 23 Juni 2002, RSJ ini berubah namanya menjadi RSJ Dr. Radjiman Wediodinigrat Lawang (RSJRW), perubahan itu diresmikan langsung oleh Dr. Achmad Sujudi, MPA yang merupakan Menteri Kesehatan RI. Saat diresmikan, RSJ ini diklaim sebagai yang terbesar di Asia Tenggara.

3. RSJ  Daerah Surakarta

RSJ Daerah Surakarta (Sumber: Google Images)

Rumah sakit ini didirikan pada tahun 1918 dan diresmikan pada tahun 1919 dengan nama Doorganghuis voor Krankzinnigen. Rumah sakit ini pun lebih dikenal dengan nama Rumah Sakit Jiwa Mangunjayan.

Letak semula RS Jiwa Daerah Surakarta berada di jantung Kota Solo yang beralamat (lokasi lama) di Jl. Bhayangkara No. 50 Surakarta.

Pada tanggal 3 Pebruari 1986 Rumah Sakit Jiwa Surakarta menempati lokasi yang baru di tepian sungai Bengawan Solo, tepatnya jalan Ki Hajar Dewantoro No. 80 Surakarta.

Pada saat ini pemanfaatan lahan mencapai 45%, dan daya tampung yang tersedia sebanyak 340 tempat tidur (TT) dengan wilayah kerja mencakup Eks Karisidenan Surakarta, Wilayah lain di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur bagian barat dan sebagian sebagian wilayah DIY.

4. RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang 

RSJ Prof. Dr. Soerojo (Sumber: Google Images)

Pada tahun 1923 diresmikan sebagai Rumah Sakit Jiwa. Semula adalah Krankzinningengesticht Kramat. Setelah beberapa perubahan sesuai dengan perkembangan waktu, baik  sebelum dan sesudah kemerdekaan, namanya kemudian menjadi Rumah Sakit Jiwa Magelang.

Pada tahun 1978 RSJ Magelang ditetapkan oleh Pemerintah sebagai RSJ Pusat kelas A dengan Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI. No.135/Menkes/SK/IV/1978.

Sebagai Unit Pelaksana Teknis dari departeman Kesehatan RSJ Magelang mempunyai tugas menyelenggarakan dan melaksanakan pelayanan kesehatan, pencegahan gangguan jiwa, pemulihan dan rehabilitasi dibidang kesehatan jiwa.

Pada tanggal 20 Nopember 2000 secara resmi nama Rumah Sakit Jiwa Magelang berubah menjadi Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial RI No. 1684 MENKES-KESSOS/SK/XI/2000 tentang Pemberian Nama Rumah Sakit Jiwa Magelang menjadi Rumah Sakit Jiwa Prof. Dr. Soerojo.

5. RSJ Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta

RSJ Dr. Soeharto Heerdjan (Sumber: Google Images)

Usaha kesehatan jiwa di Jakarta sudah dimulai sejak jaman penjajahan Hindia Belanda pada tahun 1824, Yaitu dengan mengadakan penampungan 100 orang pasien ganguan mental di salah satu Rumah Sakit milik Persatuan Orang Cina di Indonesia ( POCI ) dan pada tahun 1923 pasien-pasien tersebut dipindahkan ke Rumah Sakit Jiwa di daerah Grogol Yang baru dibuka oleh pemerintahan Hindia Belanda.

Pada tahun 1942 sampai 1945 Rumah Sakit Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan yang pada waktu itu bernama Rumah Sakit Jiwa Grogol dipakai sebagai camp konsentrassi untuk tahanan politik oleh fasisme Jepang sementara pasien yang di rawat saat itu dipindankan ke Rumah Sakit Jiwa Pusat Bogor (Rumah Sakit Jiwa Cilendek). Pada tahun 1946 Rumah Sakit Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan dipakai sebagai pos Pertahan KNIL Belanda.

Untuk menhilangkan Stigma Masyarakat , nama Rumah Sakit Jiwa grogol dirubah dengan nama Rumah Sakit Jiwa Jakarta pada tahun 1973, kemudian pada tahun 1993 diubah dengan nama Rumah Sakit Jiwa Pusat Jakarta dan terahir pada tahun 2002 di rubah lagi menjadi Rumah Sakit Jiwa Dr.Soeharto Heerdjan Jakarta.

Editor : Heryanto
Publisher : Angga .

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top