Besok, Ketua DPC Peradi Kota Malang Daftarkan Gugatannya untuk DPC PKB

Suasana rapat persiapan pengajuan gugatan oleh Ketua DPC Peradi Kota Malang Gunadi Handoko. (Foto: Istimewa)
Suasana rapat persiapan pengajuan gugatan oleh Ketua DPC Peradi Kota Malang Gunadi Handoko. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Keputusan Wali Kota Malang Moch Anton menggandeng Sekretaris REI Malang Syamsul Mahmud dalam Pilkada 2018 ini berbutut gugatan hukum. Baik Anton maupun DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Malang yang menaunginya, terancam dimejahijaukan. 

Pasalnya, penunjukan Syamsul dinilai penuh kong-kalikong. Ancaman gugatan itu disampaikan Ketua DPC Peradi Kota Malang Gunadi Handoko. "Hari Senin (besok, 14 Januari) kami daftarkan gugatannya ke Pengadilan Negeri Malang," ujar Gunadi. 

Diberitakan MalangTIMES sebelumnya, munculnya nama Syamsul Mahmud terkesan ujug-ujug alias mendadak digandengkan dengan Anton sebagai bakal calon wakil wali kota (bacawawali).

Hal tersebut bisa dibilang melanggar apa yang sudah ditetapkan PKB Kota Malang yang menaungi Anton.

Sebab, sejak awal partai tersebut mensyaratkan bahwa calon pendamping Anton musti dari internal partai. Kemunculan nama Syamsul itu menimbulkan kegundahan bagi para bacawawali PKB yang mengikuti penjaringan terbuka. 

Seperti yang diketahui, Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) PKB Kota Malang juga sudah melaksanakan penjaringan terbuka yang menghasilkan enam pendaftar yakni Siswo Waroso, disusul Hadi Prajoko, lalu Isnaini Anwar, dan terakhir Gunadi Handoko. Keempatnya telah mengikuti rangkaian fit and propertest di DPP PKB beberapa waktu lalu. 

Juga ada dua nama lain yang saat itu absen, yakni Ketua DPC Demokrat Kabupaten Malang Ir Ghufron Marzuki dan Dr Canggih Sakinah Hans. Gufron saat itu tengah menunggu penjadwalan ulang uji kelayakan dan kepatutan itu. Canggih sempat menyatakan mundur dari proses penjaringan itu. 

Namun pada 4 Januari 2018 lalu, dia dan Syamsul Mahmud mengikuti agenda tes dan wawancara kelayakan di kantor DPP PKB di Jakarta. Fit and propertest itu terkesan 'darurat' sebab digelar sehari sebelum rekom PKB diturunkan. Di saat yang sama, nama Syamsul sudah muncul dalam rekomendasi yang diterbitkan DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS). 

Meski demikian, Gunadi menyebut tidak semua orang yang terdaftar sebagai bakal calon wakil wali kota ikut mengajukan gugatan. "Kepastiannya (yang akan ikut menggugat) besok saja. Saat ini team fokus menyelesaikan gugatan dulu," terangnya. Gunadi menjelaskan, dirinya bakal didampingi sebanyak 30 advokat saat mengajukan kasus tersebut ke Pengadilan Negeri Malang. 

Editor : Heryanto
Publisher : Aditya Fachril Bayu

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top