Akun FB Korban Jukir Pantai Regent Mati Sehari Setelah Kejadian, Polsek Bantur Kecewa

Pembongkaran portal pintu masuk wisata sebagai salah satu upaya dari harapan Devina yang anaknya mengalami penamparan oleh jukir. Sayangnya, saat Polsek Bantur akan melanjutkan kasus tersebut, akun Devina nonaktif setelah 1 hari kejadian. (Foto : Dok/Mala
Pembongkaran portal pintu masuk wisata sebagai salah satu upaya dari harapan Devina yang anaknya mengalami penamparan oleh jukir. Sayangnya, saat Polsek Bantur akan melanjutkan kasus tersebut, akun Devina nonaktif setelah 1 hari kejadian. (Foto : Dok/Mala

MALANGTIMES - Polsek Bantur merasa kecewa dengan matinya atau offnya akun facebook (FB) Devina Amandita, pengunjung wisata yang datang bersama anaknya dan mengalami perlakuan kasar juru parkir di Pantai Regent. 

Setelah kejadian yang membuat ramai dunia maya maupun dunia nyata, Devina yang memosting perlakuan tersebut di grup FB Komunitas Peduli Malang tanggal 02 Januari 2018 pukul 16.46 WIB, sehari setelah kejadian ia menonaktifkan akunnya.

Hal ini membuat Polsek Bantur tidak bisa menindaklanjuti atau memproses perlakuan jujur tersebut sesuai harapan masyarakat yang mencuat di berbagai media sosial. 

"Padahal kita sudah jemput bola untuk menyelesaikan persoalan ini. Tapi sayangnya akun Devina non aktif. Anggota juga pernah untuk menjemputnya di Kediri (Devina terpantau berdomisili di Kediri, red)," kata Kapolsek Bantur AKP Yatmo kepada MalangTIMES.

Kekecewaan Kapolsek Bantur ini selain disebabkan Devina mematikan akunnya, sehingga tidak bisa terlacak secara pasti posisinya juga dari postingannya tersebut telah membuat ribuan nitizen bereaksi, dan menganggap tidak ada tindaklanjut untuk perbuatan jukir tersebut.

"Jadi tidak jelas. Padahal sekali lagi kita jamin keamanannya. Kita juga siap mendampingi dan menjemputnya untuk mengklarifikasi persoalan ini," ujar Yatmo.

Dari beberapa sumber MalangTIMES, akun Devina setelah kejadian memang pernah memosting bahwa pihaknya sudah tidak ingin memperpanjang persoalan tersebut. Dan tidak ingin namanya terseret-seret persoalan.

"Tapi sayangnya saat ditindaklanjuti untuk proses penyelidikan, akun ini telah non aktif. Kita tentunya tidak bisa melanjutkan," ujar Yatmo.

Ahmad Faiz Wildan Dirut PD Jasa Yasa Kabupaten Malang juga menyatakan hal sama. Bahwa dirinya pernah membaca akun Devina yang menulis  tidak ingin memperpanjang persoalan tersebut. "Dia hanya minta agar kejadian serupa tidak terjadi lagi," ujarnya.

Harapan Devina inilah yang kemudian ditindaklanjuti oleh seluruh pemangku kepentingan di wilayah Bantur. Baik Muspika Kecamatan Bantur, PD Jasa Yasa, Perhutani, LMDH, petugas pengelola dan juga jukir . 

Dari hasil rakor tersebut disepakati beberapa harapan masyarakat di wilayah wisata pantai di Bantur. Portal masuk dibongkar, tempat parkir antara Pantai Regent dan Pantai Balekambang direncanakan menjadi satu. Pun demikian menegakkan disiplin jukir yang menjadi sumber terjadinya persoalan yang kini menggelinding ke ranah hukum dan jadi pro kontra di dunia maya.

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Aditya Fachril Bayu

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top