Jadi Tersangka, Mahasiswi Pembuang Bayi di Sungai Dapat Pendampingan

Diskusi WCC yang membahas terkait pendampingan pada UY, pelaku pembuang bayi di kawasan Dinoyo (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)
Diskusi WCC yang membahas terkait pendampingan pada UY, pelaku pembuang bayi di kawasan Dinoyo (Foto: Anggara Sudiongko/ MalangTIMES)

MALANGTIMES- UY (23) wanita asal Sidoarjo pelaku pembuangan bayi di aliran sungai di Jalan Simpang Gajayana pada 11 Januari 2018, sudah ditetapkan menjadi tersangka.

Meskipun demikian, UY akan mendapatkan pendampingan hukum dari Women's Crisis Centre (WCC) Dian Mutiara dalam berjalannya proses hukum dari kasus yang menimpanya.

Direktur Women's Crisis Centre (WCC) Dian Mutiara, Sri Wahyuningsih mengungkapkan, bahwa pihaknya saat ini telah menyiapkan tiga jenis pendampingan yakni hukum, psikososial dan juga medis kolega.

Pada proses hukum, pihaknya mendapatkan bantuan dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang di dalamnya terdapat para pengacara terbentuk dalam tim yang sudah bekerjasama dengan WCC.

"Dan bantuan tersebut tanpa ada biaya," jelasnya saat dalam diskusi di Kantor WCC di Jalan Jombang III A, nomor 1, Gading Kasri, Klojen, Klojen, Kota Malang, Sabtu (13/1/2018).

Lanjutnya, pendampingan psikososial akan dilakukan terus sampai dengan rasa trauma dan beban mental UY yang sangat terguncang dengan peristiwa ini bisa pulih seperti biasanya.

"Kami akan mendampingi terus UY sampai kasus ini benar-benar selesai, karena di sisi lain, UY ini juga merupakan korban," jelasnya.

Sementara untuk medis kolega, pihaknya sudah mempunyai salah seorang dokter yang juga menjadi konsultan dalam hal forensik. Setiap ada terjadi hal sesuatu berkaitan dengan forensik pihaknya selalu menghubungi dokter dari RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) tersebut.

Dengan medis kolega, hal ini juga sangat membantu pada saat pendampingan. Pihak pendamping bisa tahu temuan sementara seperti apa, sehingga bisa menyusun langkah apa nantinya yang akan dilakukan.

"Dari keterangan dokter itu berpengaruh pada ringan beratnya memilih pasal yang akan diterapkan pada yang bersangkutan, nah di dalam hukum itulah medis kolega. Dimana akan dilihat apakah bayi itu sudah meninggal pada saat lahir atau masih hidup pada saat lahir, dari otopsi akan diperoleh," pungkasnya.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Angga .
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top