Bagong di Museum Tubuh Aja Dijaga Kebersihan Mulutnya, Masa Kamu Enggak?

Anak-anak pengunjung yang sedang asyik menggosok gigi Bagong di zona Mulut The Bagong Adventure Museum Tubuh. (Foto: Jatim Park for BatuTIMES)
Anak-anak pengunjung yang sedang asyik menggosok gigi Bagong di zona Mulut The Bagong Adventure Museum Tubuh. (Foto: Jatim Park for BatuTIMES)

Menjaga kebersihan mulut dan gigi adalah jendela menuju hidup sehat, karena itu perlu diterapkan sejak dini. Untuk mempermudah cara merawatnya The Bagong Adventure Museum Tubuh memberikan edukasi di area Zona Mulut.

Di sana akan diberikan edukasi menjaga kebersihan mulut dan gigi. Sebab kebersihan gigi dan mulut yang buruk tidak hanya menyebabkan bau mulut, kerusakan gigi dan radang gusi, tetapi juga meningkatkan resiko penyakit jantung dan masalah kesehatan lainnya.

Cara paling sederhana adalah dengan menyikat gigi dua kali sehari yakni setelah sarapan dan sebelum tidur. Di sana pengunjung diajarkan menggosok gigi yang benar dengan menggunakan sikat gigi berukuran 1,5 meter.

Kemudian di sana juga dijelaskan bahwa jangan hanya sekedar menggosok gigi saja, tetapi harus memperhatikan lidah. Ya lidah juga harus selalu dibersihkan ketika menggosok gigi.

"Kalau gigi kotor, lidah juga akan berpengaruh kotor. Sehingga di sini dijelaskan secara mendetail, bahwa setiap bagian sangat penting untuk dirawat," ucap Deni Rinasari, Manager Operasional The Bagong Adventure Museum Tubuh.

Ia menambahkan di dalam zona mulut berukuran 20x15 meter itu memberikan edukasi, bahwa saat lidah kotor yang terjadi adalah bau mulut. Sehingga perlu adanya perhatian saat menggosok gigi harus disertai membersihkan lidah.

"Sebenarnya salah satu sasaran kami adalah anak-anak, karena ini sangat penting ditanamkan sejak dini. Apalagi dengan kemasan yang kami sajikan dan ternyata antusiasnya tinggi," imbuhnya, Sabtu (13/1/2018).

Menurutnya edukasi peraga itu baru saja dihadirkan di Museum Tubuh karena sangat penting mengedukasi wisatawan tentang kesehatan mulut. Hanya saja yang ingin mendapatkan edukasi tersebut harus reservasi terlebih dahulu.

"Jadi kalau ingin ada peragaan seperti itu harus reservasi lebih dahulu supaya kita siapkan untuk itu," jelas Rina kepada BatuTIMES.

Untuk zona tersebut merupakan rute pertama akses dari Museum Tubuh yang bisa menampung hingga 50 orang.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Debyawan Dewantara Erlansyah

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top