Sebulan Jadi DPO, Kejari Kota Batu Surati Kejaksaan Agung

Kepala Kejari Kota Batu Nur Chusniah. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)
Kepala Kejari Kota Batu Nur Chusniah. (Foto: Irsya Richa/BatuTIMES)

Satu bulan lamanya tersangka Panca Sambodo Suwardi (PSS) menjadi buron Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Batu. Untuk memaksimalkan pencarian, pihak Kejari Kota Batu telah mengirimkan surat kepada Kejaksaan Agung.

Surat tersebut dikirim agar masuk dalam monitoring Kejaksaan Agung. Dari Kejaksaan Agung, surat itu nantinya diinformasikan ke seluruh Indonesia. Dengan demikian, akan mempercepat dan membantu pencarian DPO.

“Nanti kalai sudah ketemu, langsung diinformasikan kepada Kejaksaan Kota Batu. Ini cara agar secepatnya ditemukan,” ucap Kepala Kejari Kota Batu Nur Chusniah, Jumat (12/1/2018).

Ia menjelaskan ada beberapa kendala dalam pencarian DPO karena dirasa informasi masih tertutup. Karena itu, ia meminta agar masyarakat bisa ikut bekerja sama. “Tanpa peran masyarakat, kita juga tidak bisa kerja,” imbuhnya usai acara serah terima jabatan di kantor eks Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kota Batu.

Sebelumnya PSS masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak Kamis 7 Desember 2012 setelah tiga kali mangkir dari panggilan kejari. PSS merupakan tersangka dalam kasus pengadaan buku fiktif tahun 2016 di lingkungan Bappeda Kota Batu dengan nilai pengadaan Rp 144 juta. 

PSS merupakan pihak rekanan dari CV Kayu Apung. Dia sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 16 November lalu. Namun, sampai pemanggilan ketiga pada Rabu (6/12/2017), PSS tidak memenuhinya.

Ia menambahkan dalam kusus pengadaan buku fiktif ini, ada dua tersangka. Selain PSS dari pihak rekanan, tersangka lain adalah Susilo Tri Mulyanto (ST). Dalam kasus itu, Susilo  menjabat kepala bidang perencanaan dan ekonomi Badan Perencanaan Daerah (Bappeda) Pemkot Batu.

Namun, saat ini dia menjabat kabid komunikasi Dinas Komunikasi dan Informasi Kota Batu. "Yang sudah ditangkap ST. Saat ini dia berada di Rutan Medaeng, Sidoarjo," ujar Nur.

Proyek pengadaan buku fiktif ini menggunakan dana APBD Kota Batu tahun 2016 yang  seharusnya diterbitkan pada Desember 2016. "Seharusnya pada akhir tahun 2016, bukunya sudah diterbitkan. Tapi tidak ada bukunya," ucap Nur. (*)

Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top