Desainer Malang Tampil di Hongkong Fashion Week (2)

Desainer Malang Tampilkan Sisi Feminin Wanita di Hongkong Fashion Week

Rancangan desainer asal Malang Andy Sugix di Hongkong Fashion Week Fall/Winter pada 15-18 Januari 2018. (foto: Andy Sugix for MalangTIMES)
Rancangan desainer asal Malang Andy Sugix di Hongkong Fashion Week Fall/Winter pada 15-18 Januari 2018. (foto: Andy Sugix for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hongkong Fashion Week tahun 2018 menjadi tonggak bagi Malang melangkah ke panggung mode dunia. Sebab, tahun ini kali pertama desainer Malang mencatatkan sejarah mengikuti gelaran mode bergengsi bertaraf internasional itu.  

Hongkong Fashion Week digelar pada 15 hingga 18 Januari di Hongkong Convention and Exhibition Centre. 

Desainer Malang yang berlaga di event mode internasional ini ialah Andy Sugix. Bagaimana kesiapan ia jelang international show pertamanya? Simak kisahnya berikut ini. 

Menurut rencana, Andy akan bertolak ke Hongkong pada Sabtu (13/1/2018) besok. Sebelum terbang, ia menyempatkan diri berbincang dengan MalangTIMES. 

Andy menceritakan konsep busana yang ia usung menampilkan sisi feminin. Tak hanya itu, potongan busana Andy didesain dengan menonjolkan keseksian wanita.

"Baju yang akan saya show-kan di Hongkong Fashion Week ini temanya adalah mYmax. Artinya maksimal berkarya atau totalitas," terang desainer kelahiran 1979 itu, Jumat (12/1/2018).


Busana karya desainer Malang Andy Sugix yang akan diperagakan di Hongkong Fashion Week pada 15-18 Januari 2018 (foto: Andy Sugix for MalangTIMES) 

Material kain yang dipakai Andy ialah kanvas dengan motif stripe atau garis-garis. Bukan hanya itu. Busana yang ditampilkan oleh Andy juga menampilkan seni kerajinan makrame.

"Untuk fashion show internasional ini, saya kerja sama dengan pengrajin makrame dari Malang. Jadi, selain ada bahan kanvas, juga ada baju yang dibuat dari makrame," kata dia. 

Makrame adalah seni kerajinan yang memanfaatkan tali dan benang untuk menciptakan aneka ragam aksesori dan produk. Pada salah satu foto rancangan Andy untuk Hongkong Fashion Week, teknik makrame ia terapkan pada atasan. Model busana yang ditampilkan menyerupai bra. Warna yang dipilih ialah putih. 

"Untuk koleksi saya ini, ada yang full dengan makrame dan ada yang kombinasi. Yakni perpaduan antara kanvas dengan makrame sebagai detail pada busana," tutur anggota Indonesian Fashion Chamber (IFC) Chapter Malang ini. 

Hongkong Fashion Week tahun ini mengarahkan busana untuk musim gugur dan musim dingin. Sedangkan, rancangan busana Andy berkesan terbuka dengan detail yang memperlihatkan lekuk tubuh.

Saat ditanya mengenai hal ini, Andy mengatakan ia memang membuat banyak koleksi busana dan bukan hanya yang ditampilkan pada fashion show. 

"Untuk busana di fashion show-nya memang cenderung terbuka ya. Itu saya buatnya enam baju untuk fashion show. Dan ada 36 baju yang saya buat lagi untuk musim gugur dan musim dingin atau istilah modenya fall/winter ya," jelas ia. 

Bagaimana 36 rancangan busana sang desainer asal Malang itu? Simak ulasan lengkap mengenai Andy Sugix dan keikutsertaan ia di Hongkong Fashion Week hanya di media online berjejaring nomor satu di Indonesia, MalangTIMES. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top