Ketua Nasdem Kota Malang Terancam Dipecat, Begini Reaksi Nanda-Wanedi

Ketua DPW Nasdem Jawa Timur Rendra Kresna. (Foto: Dokumen MalangTIMES)
Ketua DPW Nasdem Jawa Timur Rendra Kresna. (Foto: Dokumen MalangTIMES)

MALANGTIMES - Gagalnya Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mengusung pasangan calon dalam Pilkada Kota Malang berbuntut panjang.

Ketua DPD Nasdem Kota Malang M Fadli terancam dipecat akibat dinilai mbalelo atas perintah partai. 

Ancaman itu disampaikan langsung Ketua DPW Nasdem Jawa Timur Rendra Kresna saat ditemui awak media.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketidakhadiran Fadli di kantor KPU Kota Malang menyebabkan surat rekom Nasdem untuk pasangan Ya'qud Ananda Gudban dan Ahmad Wanedi dianggap tidak sah. 

Akibatnya, Nasdem tergeser menjadi partai pendukung, bukan lagi pengusung paslon Nanda-Wanedi.

Ditemui di Lanud Abd Saleh, Rendra menyesalkan kejadian tersebut. "Saya sebagai Ketua DPW Nasdem, khususnya pada Nanda-Wanedi minta maaf," ujarnya. 

Dia menyebut bahwa yang dilakukan Fadli tidak mencerminkan sikap partai.

"Itu bukan perwatakannya kader Nasdem yang seperti itu. Karena apapun yang ditetapkan oleh DPP menjadi kewajiban dari kader sampai di tingkat bawah untuk dilaksanakan," ujarnya.

Tidak hanya geram, Rendra menegaskan bahwa kejadian tersebut akan diproses sesuai prosedur partai.

"Atas yang dilakukan Fadli, saya kira juga akan ditindaklanjuti dengan memberikan sanksi. Sanksi bisa sampai pemecatan," tegasnya. 

Soal alasan 'hilangnya' Fadli di rangkaian pendaftaran paslon Nanda-Wanedi, Rendra mengaku tidak tahu-menahu.

"Itulah yang jadi pertanyaan banyak pihak. Apapun yang jadi alasannya nggak boleh lah. Harus gentle," paparnya.

Dia menekankan bahwa keputusan DPP Nasdem tidak berubah.

Ketegasan yang disampaikan Rendra tersebut diapresiasi oleh Ketua DPC Hanura Kota Malang Ya'qud Ananda Gudban.

Setelah diperdengarkan rekaman suara Rendra Kresna, politisi yang akrab dipanggil Nanda itu hanya mengangguk-angguk.

"Ya, kami dengan Nasdem terus berkomunikasi," ujar Nanda singkat. 

Soal kedatangan Fadli di KPU Kota Malang jelang akhir waktu pendaftaran untuk memperbaiki berkas, dia enggan berkomentar.

"Kemarin saya kelelahan dan langsung istirahat. Nggak ngikuti (perkembangan itu). Tapi yang disampaikan Pak Rendra ini luar biasa sekali," tuturnya. 

Sementara pasangan Nanda, Ahmad Wanedi juga memilih irit komentar.

"Saya belum tahu (reaksi dari Pak Rendra). Intinya kami tetap satu barisan dengan Nasdem. Sebagai tim tetap solid," ucapnya. 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban resmi dari M Fadli atas ancaman pemecatan sekaligus alasan ketidakhadirannya di kantor KPU Kota Malang.

Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top