Portal Masuk Wisata Balekambang Dibongkar, Jukir Wajib Rapi dan Sopan

Portal masuk ke wisata Regent dan Balekambang yang nantinya akan dibongkar dalam upaya penataan ulang lahan parkir serta kenyamanan pengunjung setelah adanya peristiwa tidak mengenakkan atas tarikan parkir dan kekerasan. (Nana)
Portal masuk ke wisata Regent dan Balekambang yang nantinya akan dibongkar dalam upaya penataan ulang lahan parkir serta kenyamanan pengunjung setelah adanya peristiwa tidak mengenakkan atas tarikan parkir dan kekerasan. (Nana)

MALANGTIMES - Mencuatnya persoalan kekerasan oleh juru parkir (jukir) di wilayah Pantai Balekambang dan Regent yang menjadi viral di media sosial, berbuntut panjang.

Kejadian tersebut telah membuat gusar masyarakat Kabupaten Malang dan memunculkan boikot kunjungan ke wisata pantai tersebut. Tentunya hal ini akan merugikan dan kontraproduktif dengan usaha dan kerja keras Pemerintah Kabupaten Malang dalam mengoptimalkan sektor pariwisata.

Peristiwa tersebut telah membuat pemangku kepentingan, seperti PD Jasa Yasa, dinas pariwisata dan kebudayaan, perhutani, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), muspika kecamatan serta pemerintah desa di wilayah sekitar melakukan pertemuan dan koordinasi. 

"Kita tidak ingin persoalan tersebut terulang. Cukup itu saja, karena ini menjadi sangat kontraproduktif dengan visi misi Kabupaten Malang. Karenanya kita berkumpul di sini untuk merumuskan solusinya," kata Camat Bantur Tri Sulawanto, Rabu (10/01).

Beberapa hal yang dibahas dalam rakor dengan pihak pengelola Tempat Wisata Regent dan Wisata Balekambang dititikberatkan pada persoalan pelayanan. Dari petugas pengelola pantai wisata sampai pada jukir di lokasi tersebut.

Penataan petugas menjadi kewajiban bagi para pengelola wisata. Konsep pelayanan ramah, sopan kepada pengunjung, tidak bisa lagi ditawar-tawar dalam mewujudkan wisata yang ramah kepada pengunjung. 

"Yang pertama perlu disepakati adalah pembongkaran portal masuk wisata serta lahan parkir. Ini agar penataan dua tempat wisata ini menjadi lebih tertib dan tidak mengundang masalah kembali," ujar Kapolsek Bantur AKP Yatmo.

Akar persoalan yang disampaikan Kapolsek Bantur ini disepakati oleh seluruh pihak yang hadir dalam rakor yang dilakukan di Pendopo Kecamatan Bantur.

Maka portal masuk ke wilayah wisata pantai ini pun akan dibongkar. Selain tentunya lahan parkir di dua lokasi tersebut pun disarankan untuk dijadikan satu atau terintegralkan. Hal ini selain akan memudahkan para jukir dalam mengamankan kendaraan pengunjung, juga sisi pengawasan terhadap petugas dan administrasi parkir bisa lebih tertata dengan baik.

Menurut Ahmad Faiz Wildan Direktur PD Jasa Yasa hal ini akan bisa menutup akses yang tidak diinginkan apabila terjadi persoalan-persoalan seperti kasus ketidakramahan jukir waktu itu.

"Evaluasi karcis dan lahan parkir serta peningkatan petugasnya menjadi lebih profesional menjadi hal utama. Karena pengunjung tidak akan tahu saat hal ini tidak ditata. Kasus kemarin membuktikannya," terang Wildan yang juga terkena awu anget kasus tersebut, walaupun peristiwanya terjadi di Pantai Regent.

Wildan juga berharap seluruh jukir diwajibkan bisa menampilkan keramahan dan sopan terhadap seluruh pengunjung. "Minimal senyum menjadi wajib dalam melayani mereka," imbuhnya.

Dari hasil rakor tersebut, beberapa kesepakatan diambil dan secepatnya untuk ditindaklanjuti. Yaitu mengenai pembongkaran dua portal yang ada di depan pintu masuk,  pemasangan rambu-rambu, lahan parkir wajib dilakukan penataan ulang, identitas jukir serta penempatan pos pengamanan di Pantai Regent.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top