Hujan Dua Jam, Tiga Bencana Landa Kota Malang

Banjir menggenangi fasilitas di Loop Arena Taman Singha Merjosari, siang tadi. (Foto: Istimewa)
Banjir menggenangi fasilitas di Loop Arena Taman Singha Merjosari, siang tadi. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Warga Kota Malang patut meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan ini. Terlebih jika dilanda hujan deras disertai angin kencang seperti yang terjadi siang ini (9/1/2018).

Berbagai bencana bisa terjadi di mana saja. MalangTIMES merangkum setidaknya tiga jenis bencana alam terjadi di berbagai titik di Kota Malang. 

1. Banjir 

Masalah banjir menjadi keluhan pertama warga melalui berbagai jejaring media sosial saat hujan mulai turun. Di berbagai titik kota, genangan air kerap menimbulkan ketidaknyamanan warga. Mulai dari lumpuhnya lalu lintas, fasilitas umum yang tidak dapat digunakan, hingga masuknya air ke rumah-rumah penduduk. 

Ibarat masalah klasik, setiap musim hujan datang, banjir masih menjadi momok. Bukannya berkurang, justru tekesan bertambah jumlah titik banjir setiap tahunnya. Siang tadi, banjir juga terjadi di berbagai lokasi.

Disarikan dari berbagai sumber, banjir sempat terjadi di ruas Jalan Soekarno-Hatta. Karena tergenang air, salah satu lajur tidak difungsikan. Genangan air juga melanda kawasan Sawojajar, termasuk di area kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Malang di Jalan Ranau Raya. 

Genangan air juga menenggelamkan sejumlah fasilitas di Taman Singha Merjosari. Taman Loop yang merupakan wahana hobi bagi anak muda, tampaknya tidak dapat difungsikan untuk sementara akibat terdampak genangan. Fasilitas umum lainnya yang terdampak, yakni kantor Kelurahan Gadingkasri. 

2. Tanah Longsor 

Plengsengan rumah milik mantan Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono yang ambrol akibat terjangan air anak Sungai Brantas. (Foto: BPBD Kota Malang for MalangTIMES)?

Hujan deras yang mengguyur Kota Malang juga menyebabkan tanah longsor. Debit air yang deras membuat tanah kehilangan kekuatan topangnya. 

Setidaknya terdapat dua kejadian longsor yang terdata oleh BPBD Kota Malang. Pertama, plengsengan atau talud yang ambruk di Kelurahan Kotalama.

Kejadiannya berlangsung sekitar pukul 13.00 siang tadi, di Jalan Kebalen Wetan RT 06/RW 04. Luapan Sungai Brantas menyebabkan talud sepanjang 20 meter dengan ketinggian 12 meter di sekitar Perumahan Maharaja Gallery ambrol.

Kejadian kedua berlokasi di Kelurahan Jatimulyo. Tepatnya mengenai rumah milik mantan Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono. Kejadian pertama berlangsung kemarin (Senin, 8/1/2017) malam hari. Dan hujan deras siang tadi menyebabkan ambrolnya plengsengan dan retakan dinding bangunan rumah kos yang beralamat di Jalan Vinolia no 21 RT 06/RW 05 itu semakin parah.

3. Pohon Tumbang

Pohon angsana di Jalan Mertojoyo tumbang akibat hujan disertai angin kencang. (Foto: Facebook Sandhi Noor)?

Curah hujan tinggi disertai angin kencang menjadi momok bagi pepohonan. BPBD Kota Malang mencatat dua kejadian pohon tumbang sepanjang siang tadi. Akibatnya, kerugian material dialami warga yang asetnya tertimpa. 

Pertama, pohon kemiri di Jalan Wahidin, Kecamatan Klojen. Pohon tersebut menimpa dua unit kendaraan warga. Tepatnya satu unit mobil Daihatsu Grand Max warna putih Nopol L 1368 CR, milik Purwanto, serta mobil Honda Freed warna merah Nopol B 2818 WY, milik Slamet Mulyono. Kaduanya ringsek tertimpa batang pohon.

Kedua, pohon angsana di Jalan Mertojoyo, Kecamatan Lowokwaru. Pohon setinggi delapan meter itu menimpa papan nama Universitas Gajayana (Uniga) Malang dan teras rumah milik warga setempat. 

Editor : Heryanto
Publisher : Raafi Prapandha

Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top