Memukau, Ada Aksi Ular Kobra Langka dan Wanita Cantik di Batu National Reptile Contest

Richa Calyzta memainkan ular kobra putih di even Batu National Reptile Contest Predator Fun Park, Minggu (7/1/2018). (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)
Richa Calyzta memainkan ular kobra putih di even Batu National Reptile Contest Predator Fun Park, Minggu (7/1/2018). (Foto: Irsya Richa/ BatuTIMES)

Ada yang unik dan langka di kontes Batu National Reptile Contest Predator Fun Park Minggu (7/1/2018). Ya ada ular kobra putih yang dibawa oleh satu peserta untuk unjuk kebolehan di hadapan para peserta lainnya.

Kobra ini berbeda dari jenis kobra lainnya lantaran berwarna putih susu di sekujur tubuhnya. Ular ini adalah milik Fachrio Irsyad dan Richa Calyzta dari Komunitas Natrix Reptiler Indonesia Mojokerto.

Ular ini memiliki panjang satu meter, yang ditemukan oleh Fachrio di persawahan daerah Mojokerto. Diketahui ular ini sangat jarang ditemui di berbagai penjuru. “Iya saya ini menemukan ular di daerah persawahan. Yang kemudian kok saya lihat unik dan berbeda,” ungkap Fachrio.

Ia menemukan ular tersebut sejak enam bulan yang lalu yang kemudian dirawatnya. Sama halnya dengan ular lainnya, kobra putih unik mengkonsumsi tikus. “Dan kebetulan memang kobra putih ini bukan satwa yang dilindungi,” imbuhnya kepada BatuTIMES.

Menurutnya selain keunikan dari warna kulitnya, ternyata ular ini lebih tenang ketimbang ulat kobra pada umumnya. Seperti ular kobra pada umumnya, ular jenis ini juga sangat menyukai habitat berupa wilayah perairan, mangrove, hutan, persawahan, areal berumput atau di tempat lainnya yang memiliki banyak tikus.

“Untuk ukurannya, kobra jenis ini bisa tumbuh antara 4,5 meter hingga bisa sepanjang 7,5 meter,” jelas pria 24 tahun ini.

Meski warnanya yang putih bersih memang membuatnya tampak cantik. Tapi jangan terlena, karena ular ini termasuk spesies yang sangat berbahaya. 

Ada dua racun utama yang bisa dilepaskan melalui gigitannya yakni racun neurotoksis dan sitotoksis. Racun neurotoksis akan menyerang sistem syaraf dan memicu kegagalan pernafasan dan menyebabkan kematian. Sedangkan racun sitotoksis akan menyerang integritas sel yang bisa menyebabkan nekrosis.

Editor : Sri Kurnia Mahiruni
Publisher : Raafi Prapandha
Sumber : Batu TIMES (JatimTimesNetwork)
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top