Sepuluh Petirtan di Malang Raya, Mulai Yang Dipercaya sebagai Sumber Energi hingga Bikin Awet Muda

Sumber Sirah
Sumber Sirah

MALANGTIMES - Berenang di kolam renang biasa sudah terlalu mainstream. Bagaimana jika Anda coba berendam di kolam sumber mata air yang dulu pernah digunakan saat masa kerajaan-kerajaan masih berjaya atau di kolam tempat bertemunya beberapa aliran air?

Nah, ini dia sepuluh petirtan (sumber air) di Malang yang bisa kamu coba.

1. Petirtan Watugede


Petirtan Watugede merupakan salah satu lokasi wisata yang sarat dengan nilai sejarah. Konon, petirtan ini menjadi lokasi pemandian Kendedes, permaisuri pendiri Kerajaan Singhasari Raja Ken Arok. Kendedes sangat tersohor karena kecantikannya.

Tak heran, jika banyak pengunjung yang datang ke lokasi pemandian ini untuk mendapatkan berkah kecantikan dan awet muda. Pemandian yang pertama ditemukan tahun 1925 oleh arkeolog Belanda ini berlokasi di Desa Watugede, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Lokasi pemandian ini berjarak sekitar 2 km dari Candi Singosari.

Dulu, pemandian ini hanya boleh dikunjungi oleh ratu dan putri raja beserta dayang-dayangnya. Tak hanya itu. Di dekat sumur juga terdapat gua yang berfungsi sebagai tempat berlindung bagi para putri saat bahaya mendekat. Sayangnya, gua ini sekarang telah berada dalam kondisi tertutup.

2. Taman Wisata Wendit


Tempat wisata air ini dikelilingi sejumlah pohon berusia ratusan tahun. Kolam pemandian di sana juga menjadi habitat bagi puluhan kera ekor panjang atau Macaca Fascicularis. Konon, kolam pemandian Wendit ini menjadi favorit bagi para selir dan raja Majapahit untuk pelesir sekaligus menjalankan prosesi ritual.

Air kolam bahkan dipercaya membuat awet muda. Air di kolam pemandian Wendit ini diyakini berasal dari sumber mata air di Gunung Arjuno, Gunung Semeru, Gunung Bromo dan Gunung Kawi. Wendit menjadi lokasi pertemuan air yang mengalir dari gunung-gunung tersebut. Karena itu, air Wendit dianggap suci oleh kelompok masyarakat tertentu dan penuh berkah.

3. Situs Purbakala Ngawonggo


Situs purbakala ditemukan di Dusun Nanasan, Desa Ngawonggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Wujudnya berupa petirtan yang diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Singhasari atau Majapahit. Situs yang diyakini sebagai kolam permandian di zaman kerajaan terdahulu itu berada tertutup rimbun rerumputan di antara sungai dan saluran irigasi. Ada empat titik situs yang ditemukan. Semuanya diyakini sebagai petirtan yang saling berhubungan. 

Situs ini merupakan tempat suci di zamannya. Sebab, ada beberapa pahatan berupa arca yang ditemukan, termasuk arca Ganesha. Selain itu, terdapat ukiran aksara Jawa yang masih belum diketahui maknanya. Pahatan itu merupakan batuan dasar atau bedrock sehingga tidak bisa dipindahkan. Pada era terdahulu, air menjadi unsur penting. Bisa jadi tempat suci itu dibangun di pinggir sungai supaya air sungai yang melewati tempat suci itu bisa menyebarkan kesucian.

4. Candi Sumberawan


Candi  Sumberawan di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, berupa sebuah stupa dan digunakan sebagai tempat persembahyangan umat Buddha pada masa itu. Pemandangan di sekitar candi ini sangat indah. Terletak di dekat mata air yang sangat bening aimya. Karena kondisi inilah, ada sebagian orang yang memberi nama Candi Rawan.

Diperkirakan candi ini dahulu memang didirikan untuk pemujaan. Pada awalnya berada di tengah-tengah telaga. Para ahli purbakala memperkirakan Candi Sumberawan dulu bernama Kasurangganan, sebuah nama yang terkenal dalam kitab Negarakertagama. Tempat tersebut telah dikunjungi Hayam Wuruk pada tahun 1359 Masehi, sewaktu ia mengadakan perjalanan keliling.

Menurut kepercayaan masyarakat, air kolam Sumberawan memiliki energi besar untuk kesehatan. Beberapa pengunjung selalu mandi di kolam ini. Situs itu melambangkan tempat peribadatan agama Buddha dengan suasana alam yang damai dan indah.

5. Sumber Polaman


Sumber Polaman, salah satu pemandian yang diperkirakan peninggalan di masa kerajaan dulu ada di Lawang. Pemandian yang terletak di Jl Indrokilo, Polaman, Kalirejo, Lawang, ini terletak di sebuah bukit. Sumber ini digunakan untuk mandi dan menyucikan diri bagi penganut aliran Kejawen.

Di Polaman terdapat sebuah cerita bahwasanya lokasi itu menjadi tempat pengasingan Raja Kediri Jayakatwang. Kitab Pararaton dan kidung Harsyawijaya menceritakan kekalahan sang raja tersebut oleh Raden Wijaya yang notebanenya masih memiliki hubungan kekerabatan.

6. Sumber Sirah


Sumber Sirah terletak di Desa Sumberjaya, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang. Sumber Sirah merupakan salah satu tempat wisata di Malang berupa sebuah sumber mata air, sesuai dengan namanya sumber (bahasa jawa) yang artinya mata air.

Mata air ini membentuk sebuah kolam atau telaga yang telah dibatasi dengan beton. Dasarnya banyak terdapat tanaman hijau yang mirip ganggang laut. Tanaman tersebut merupakan rumput air tawar (sejenis hydrilla). Selain itu, terdapat pula populasi ikan kecil, batu-batuan berukuran kecil serta pasir hitam di dasarnya.

Kedalaman dari kolam mata air ini adalah dari 0,8 meter hingga 1,5 meter. Karena cukup dangkal itulah, maka tidak disarankan bagi pengunjung untuk lompat-lompatan dari atas. Pengunjung juga harus lebih berhati-hati untuk berenang di Sumber Sirah ini dikarenakan tanaman ganggang ini begitu sangat mudah patah dan terlepas dari dasar. Nah, karena dasarnya pun pasir, jika pengunjung terlalu banyak bergerak, airnya pun akan menjadi keruh.

7. Sumber Maron


Sumber Maron terletak di Dusun Adiluwih, Desa Karangsuko, salah satu desa di Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang. Sumber Maron di Malang ini merupakan sumber air jernih dan indah yang berada di antara sawah-sawah yang hijau dan memanjakan mata di sekitarnya.

Asal usul nama Sumber Maron berasal dari kata sumber yang artinya mata air. Sedangkan untuk maron terdapat dua versi. Maron sendiri merupakan sebuah kata untuk menyebut alat memasak nasi. Versi pertama menyebut asal nama Sumber Maron karena ada maron yang pernah dibuang di daerah ini. Ada juga yang menyebut kondisi kawasan wisata ini yang menyerupai maron sehingga akhirnya disebut Sumber Maron. 

8. Sumber Waras


Pemandian Sumberwaras terletak di Desa Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Dahulu kompleks pemandian Sumberwaras ini merupakan bangunan milik Belanda. Pada tahun 1984 bangunannya direnovasi dan dioperasikan kembali setahun setelahnya. Pemandian Sumberwaras sudah dilengkapi dengan kolam renang dewasa dan anak anak.

9. Sumber Pitu


Sumber ini terletak di Desa Duwet Krajan, Tumpang, Kabupate Malang. Tempatnya memang terpencil, tapi keindahannya itu bikin pengunjung seperti berada di taman surga. Sumber Pitu berasal dari mata air yang muncul di tujuh titik yang hampir berdekatan. Uniknya, mata air terjun ini berada di tebing dan air yang keluar dari tanah langsung menyembur sebagai air terjun yang jumlahnya sangat banyak. Sayangnya medan yang masih kurang bersahabat menyebabkan wisata ini masih dieksplor oleh kalangan muda-mudi saja.

10. Sumber Jenon


Sumber yang satu ini terletak di Desa Gunungronggo, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Sumber ini memiliki kekhasan dengan adanya akar pohon yang sudah menjadi fosil di dasar kolam tersebut. Spot ini menjadi daya tarik tersendiri di Sumber Jenon karena memang jarang sekali ada kolam yang seperti itu. (*)

Editor : Yunan Helmy
Publisher : Raafi Prapandha
Redaksi: redaksi[at]malangtimes.com

Informasi pemasangan iklan
hubungi : info[at]malangtimes.com | marketing[at]malangtimes.com
Top